Produksi Tas D’Payau, Sarana Pembinaan Keterampilan Menjahit di Lapas Tanjung
Tanjung, INFO_PAS – Tas D’Payau menjadi salah satu produk hasil pembinaan kemandirian yang dikerjakan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung. Melalui kegiatan menjahit di bengkel kerja, Warga Binaan mengembangkan keterampilan sekaligus membiasakan diri bekerja secara disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.
Pada Jumat (11/9), proses produksi melibatkan Staf Kegiatan Kerja, Abu Salim, bersama Warga Binaan yang mengikuti pembinaan menjahit. Peserta mempraktikkan berbagai tahapan pembuatan tas, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyelesaikan produk sesuai arahan dan standar pengerjaan yang diberikan.
Salim menjelaskan pembinaan menjahit memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Proses produksi juga menjadi media untuk membentuk kebiasaan kerja melalui tugas yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.
“Menjahit tidak cukup hanya bisa menggunakan mesin, tetapi juga harus teliti dan sabar mengikuti setiap tahapannya. Dari proses ini kami ingin Warga Binaan punya keterampilan yang benar-benar bisa mereka kembangkan,” ujar Salim.
Selain keterampilan teknis, proses pengerjaan Tas D’Payau juga melatih Warga Binaan memahami tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Setiap peserta mengikuti proses produksi secara langsung sehingga belajar menyelesaikan pekerjaan dengan memperhatikan kerapian dan hasil akhir produk.
Salah satu Warga Binaan, Rudi, mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti pembinaan menjahit. Ia mengatakan proses tersebut membuat dirinya makin memahami pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam menghasilkan sebuah produk.
“Awalnya saya masih perlu banyak belajar, terutama supaya jahitannya rapi. Sekarang saya mulai lebih terbiasa dan senang karena bisa menghasilkan tas dari keterampilan yang saya pelajari di sini,” ungkap Rudi.
Pembinaan kemandirian melalui produksi Tas D’Payau menjadi upaya Lapas Tanjung memberikan bekal keterampilan kerja kepada Warga Binaan selama menjalani masa pidana. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi modal untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


