Produksi Telur Asin Rutan Barabai Dukung Pembinaan Kemandirian dan Pengembangan UMKM
Barabai, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai terus kembangkan program pembinaan kemandirian melalui produksi telur asin yang dikerjakan Warga Binaan di bawah bimbingan petugas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis sebagai bekal untuk berwirausaha dan mengembangkan usaha Mikro, Kecil, Ddan Menengah (UMKM) setelah kembali ke masyarakat.
Proses pembuatan teur asin dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan telur berkualitas, proses pengasinan, hingga pengolahan akhir. Seluruh proses dilaksanakan dengan memperhatikan kebersihan, ketelitian, dan kualitas produk sehingga menghasilkan telur asin yang siap dipasarkan maupun dikonsumsi.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Nor Ipansyah, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan produktif sekaligus menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab dalam bekerja. “Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam pembuatan telur asin, tetapi juga belajar bekerja secara disiplin, menjaga kualitas produk, dan memahami proses usaha. Harapannya, kemampuan tersebut menjadi modal untuk membuka peluang usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat,” harapnya, Selasa (28/7).
Salah satu petugas yang mendampingi kegiatan, Aditya Firdaus, mengatakan Warga Binaan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti setiap tahapan pembuatan telur asin. Proses pembinaan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap teliti, disiplin, dan mampu bekerja sama.
“Warga Binaan mengikuti setiap proses pembuatan telur asin dengan baik, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir. Mereka terlihat antusias untuk belajar dan terus berusaha menghasilkan produk berkualitas. Kami berharap keterampilan yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat dan membuka peluang usaha ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Aditya.
Salah seorang Warga Binaan, Fajri Rahman, memperoleh pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti proses pembuatan telur asin. Kegiatan tersebut memberikan motivasi untuk memiliki usaha yang dikembangkan setelah menjalani masa pidana.
“Selama mengikuti pembinaan ini saya belajar banyak, mulai dari proses pembuatan hingga pentingnya menjaga kualitas produk. Saya berharap keterampilan ini menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti dan membantu perekonomian keluarga,” ungkap Fajri.
Melalui kegiatan ini, Rutan Barabai berkomitmen menghadirkan program pembinaan produktif, inovatif, dan berkelanjutan sebagai upaya mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku UMKM baru yang mandiri dan berdaya saing. (IR)
Kontributor: Rutan Barabai
What's Your Reaction?


