Produksi Tempe Berkelanjutan, Lapas Batulicin Jaga Ritme Pembinaan Kemandirian

Produksi Tempe Berkelanjutan, Lapas Batulicin Jaga Ritme Pembinaan Kemandirian

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus jaga keberlangsungan produksi tempe sebagai pembinaan kemandirian Warga Binaan. Unit produksi secara konsisten mengolah 4 s.d. 5 kilogram kedelai setiap hari untuk menghasilkan tempe yang siap dimanfaatkan.

Kegiatan produksi berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi melibatkan tiga Warga Binaan. Mereka menjalankan seluruh tahapan produksi mulai dari pemilihan dan pembersihan kedelai, perendaman, pengupasan kulit ari, perebusan, pengeringan, pencampuran ragi, pengemasan, hingga proses fermentasi.

Dari pengolahan 4 s.d.  5 kilogram kedelai setiap hari, produksi menghasilkan sekitar 30 bungkus tempe siap konsumsi. Seluruh hasil produksi kemudian didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk menjadi makanan pelengkap bagi Warga Binaan.

Konsistensi produksi memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan kerja yang memiliki tahapan dan target produksi. Melalui proses tersebut, keterampilan teknis, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab terus dilatih sebagai pembinaan kemandirian.

Kasubsi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan produksi tempe tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran kerja bagi Warga Binaan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam menjalankan proses produksi secara teratur sekaligus melatih tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.

“Produksi tempe kami jalankan secara konsisten agar Warga Binaan mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola sebuah proses produksi. Mulai dari menyiapkan bahan, mengolah, mengemas, hingga memastikan hasilnya siap dimanfaatkan menjadi bagian dari pembelajaran kemandirian yang menjadi bekal bagi mereka setela menjalani pembinaan,” ujar Harry, Jumat (11/9).

Salah seorang Warga Binaan berinisial K mendapatkan banyak pengalaman baru selama terlibat dalam produksi tempe. Setiap tahapan memberikan pengetahuan yang dapat dikembangkan sebagai keterampilan untuk kehidupan setelah menjalani masa pembinaan.

“Saya mendapatkan banyak pelajaran baru selama ikut membuat tempe, mulai dari menyiapkan kedelai sampai proses pengemasan dan fermentasi. Pengalaman ini menambah pengetahuan dan menjadi bekal bagi saya untuk menjalani kehidupan setelah menjalani pembinaan,” ungkap K.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mendukung keberlanjutan produksi tempe sebagai pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan secara langsung. Ia berharap kegiatan tersebut berjalan konsisten sehingga keterampilan yang diperoleh memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.

“Kami mendukung produksi tempe agar terus berjalan secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan produk bermanfaat sekaligus menjadi bekal keterampilan untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Thoha.

Produksi tempe yang berlangsung setiap hari menunjukkan pembinaan kemandirian di Lapas Batulicin dijalankan melalui kegiatan produktif yang memiliki proses dan hasil nyata. Keberlanjutan produksi sekaligus pemanfaatannya untuk kebutuhan makanan Warga Binaan memperkuat ritme pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0