Lapas Surabaya Panen 400 Kilogram Jagung Manis di Lahan SAE

Lapas Surabaya Panen 400 Kilogram Jagung Manis di Lahan SAE

Sidoarjo, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya kembali laksanakan panen jagung manis di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas sekitar 5.000 meter persegi, Kamis (10/9). Dari panen kedua ini, lahan SAE Lapas Surabaya diperkirakan menghasilkan 400 kilogram jagung manis.

Panen tersebut menjadi pengembangan budidaya jagung di lahan SAE yang sebelumnya telah menghasilkan kurang lebih 250 kilogram jagung manis sekitar dua pekan lalu. Selain jagung manis, Lapas Surabaya juga membudidayakan jagung ungu sebagai upaya diversifikasi komoditas pertanian.

Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan pertanian di SAE menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan Warga Binaan. “Yang kami dorong bukan hanya bagaimana lahan ini menghasilkan panen, tetapi bagaimana setiap jengkal lahan menjadi ruang belajar, bekerja, dan membangun kemandirian bagi Warga Binaan. Panen kedua ini menunjukkan proses pembinaan terus berjalan dan harus dilakukan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, dan sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Ia pun mengapresiasi pengelolaan SAE Lapas Surabaya yang mampu mengoptimalkan lahan menjadi area produktif. Kegiatan tersebut menunjukkan program ketahanan pangan berjalan beriringan dengan pembinaan.

“Lahan SAE harus produktif dan memberikan manfaat. Bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga keterampilan dan kemandirian bagi Warga Binaan. Ini yang harus terus kita jaga dan kembangkan berkelanjutan,” ungkap Kusnali.

Hasil panen jagung selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan Lapas, dikembangkan kembali melalui siklus penanaman berikutnya, dan memberikan premi bagi Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian. Pengembangan komoditas di lahan SAE juga terus diarahkan agar memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan. Pengembangan tersebut juga sebagai implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian.

Ke depan, pengembangan lahan SAE akan terus diarahkan melalui diversifikasi komoditas dan pengelolaan pertanian berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat produktivitas lahan sekaligus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan dan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0