Rajut Harapan dari Balik Jeruji, Lapas Pemuda Madiun Bekali Warga Binaan Keterampilan Bernilai Ekonomi
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus tingkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu program yang saat ini berjalan adalah pelatihan pembuatan tas rajut yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Lapas Pemuda Madiun yang diikuti 20 Warga inaan dengan pendampingan petugas, Kamis (30/7).
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Pemuda Madiun dengan PT Arta Jayendra Perkasa sebagai mitra kerja dalam pembinaan kemandirian. Melalui kerja sama tersebut, para Warga Binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan merajut berbagai produk bernilai jual, mulai dari tas, dompet, hingga aneka kerajinan rajut lainnya yang memiliki peluang pasar yang baik.
Selama proses pelatihan, para peserta antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan produk, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar merajut, hingga penyelesaian produk yang rapi dan siap dipasarkan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses Pemasyarakatan agar Warga Binaan memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. "Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki bekal keterampilan produktif dan bernilai ekonomi. Kami berharap hasil karya Warga Binaan tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasaran sehingga menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," harapnya.
Salah satu pelatih dari PT Arta Jayendra Perkasa, Manda, mengapresiasi semangat belajar yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, kemampuan merajut dapat dikuasai siapa saja selama memiliki kemauan untuk terus belajar dan berlatih.
"Kami melihat antusiasme Warga Binaan sangat tinggi. Mereka cepat memahami teknik dasar merajut dan terus menunjukkan perkembangan dari hari ke hari. Harapannya, keterampilan ini tidak hanya menjadi aktivitas selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga bekal usaha yang memberikan nilai ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Manda.
Salah seorang Warga Binaan berinisial E senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan merajut merupakan pengalaman baru yang memberikan semangat dan harapan untuk masa depan.
"Awalnya saya tidak pernah bisa merajut, tetapi sekarang saya sudah mampu membuat tas dan dompet. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan belajar di sini. Semoga ilmu ini menjadi bekal usaha ketika saya bebas nanti," ungkap E.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menghadirkan pembinaan produktif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan Warga Binaan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh menjadi bekal nyata untuk mendukung kemandirian ekonomi dan mengurangi risiko pengulangan tindak pidana setelah mereka kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


