Ramadan Menggetarkan Hati, Ratusan Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Larut dalam Gema Selawat
Karang Intan, INFO_PAS - Suasana Ramadan 1447 H penuh berkah dan khusyuk di Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Ratusan santri Warga Binaan padati masjid untuk lantunkan selawat, Senin (23/2 diiringi tabuhan rebana dari grup habsyi internal Lapas.
Selawat bergema merdu hadirkan suasana religius yang menenangkan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat pembinaan kepribadian, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta membangun semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa selawat di bulan Ramadan memiliki makna istimewa bagi Warga Binaan.
“Di bulan suci Ramadan ini, selawat menjadi penguat hati bagi Warga Binaan. Melalui lantunan selawat, mereka belajar menenangkan diri, memperbaiki niat, dan menumbuhkan harapan baru. Ramadan adalah momentum perubahan,” ungkapnya.

Salah satu santri Warga Binaan, Aspi, mengaku merasakan manfaat spiritual dari kegiatan tersebut.
“Ramadan membuat suasana terasa berbeda. Saat berselawat bersama, hati terasa lebih lembut dan damai. Kami seperti diingatkan bahwa selalu ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Eddy Permana, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual selama Ramadan.
“Selawat yang dilantunkan bersama menumbuhkan kebersamaan, ketenangan batin, dan pengendalian diri. Ini menjadi bekal penting saat Warga Binaan kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan selawat bersama ini menjadi bukti bahwa Ramadan di Lapas bukan sekadar menjalankan ibadah formalitas, tetapi juga momentum refleksi dan transformasi diri. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan
What's Your Reaction?


