Ramadan Penuh Berkah, Lapas Perempuan Ambon Gelar Buka Puasa Bersama
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon gelar kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Kamis (26/2). Kegiatan ini merupakan penguatan sinergi dan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan.
Acara diawali dengan pembacaan Kalam Illahi yang menghadirkan suasana syahdu, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling. Ia menegaskan Ramadan adalah momentum memperkuat pembinaan kepribadian dan spiritual Warga Binaan.
“Ramadan adalah ruang refleksi dan perbaikan diri. Di balik tembok ini, harapan tidak pernah padam. Tugas kita bersama memastikan setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk bangkit dan kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Hesta.
Kegiatan tersebbut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, didampingi Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan wilayah Kota Ambon. Hadir pula perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baguala dan KUA Kecamatan Sirimau, Bintara Pembina Desa 1504-01, serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Desa Negeri Lama.
Ricky memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memperkuat sinergi dan menghadirkan wajah Pemasyarakatan yang humanis. “Pemasyarakatan hari ini bukan sekadar menjalankan fungsi pengamanan, tetapi menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati. Kegiatan seperti ini menunjukkan Lapas Perempuan Ambon menjadi ruang tumbuhnya nilai keimanan, kedisiplinan, dan harapan baru bagi Warga Binaan,” tegasnya.
Selanjutnya, tausiah Ramadan disampaikan oleh Ustaz Erwin S. yang mengangkat tema motivasi keagamaan dan penguatan spiritual agar Warga Binaan tetap semangat menjalani masa pembinaan. Ia mengajak para Warga Binaan menjadikan Ramadan sebagai titik balik perubahan.
“Allah melihat kesungguhan kita hari ini, bukan kesalahan masa lalu. Jadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” pesan Ustaz Erwin.
Momentum kebersamaan ini menjadi penegasan Lapas Perempuan Ambon tidak hanya menjalankan fungsi Pemasyarakatan secara administratif, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan yang kolaboratif, religius, dan berorientasi pada pemulihan. Sinergi antara Pemasyarakatan, aparat kewilayahan, dan tokoh agama menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pembinaan yang berdampak nyata.
Ramadan di Lapas Perempuan Ambon bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan responsif — memastikan setiap Warga Binaan memiliki harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaannya. (IR)
Kontributor: LPP Ambon
What's Your Reaction?


