Respons Cepat, Petugas Rutan Perempuan Surabaya Rujuk Warga Binaan Jalani Persalinan

Respons Cepat, Petugas Rutan Perempuan Surabaya Rujuk Warga Binaan Jalani Persalinan

Sidoarjo, INFO_PAS – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya rujuk seorang Warga Binaan inisial DI (22) ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo untuk jalani persalinan, Sabtu (24/10). Rujukan dilakukan setelah DI, yang tengah mengandung anak pertama, mulai merasakan kontraksi pada usia kehamilan 38–39 minggu.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas lakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk mempersiapkan rujukan ke rumah sakit. Setelah mempertimbangkan kondisi DI dan kebutuhan penanganan medis lebih lanjut, petugas membawa DI menggunakan ambulans Pemasyarakatan pada pukul 19.00 WIB.

Setibanya di rumah sakit, DI dapat pemeriksaan dan penanganan dari tim medis. Berdasarkan pertimbangan medis, persalinan dilakukan melalui operasi caesar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan penanganan ibu dan bayi.

DI melahirkan anak pertamanya dengan berat badan 2,75 kilogram dan panjang badan 48 cm. Bayi dilaporkan dalam keadaan sehat setelah dilahirkan.

Bidan Rutan Perempuan Surabaya, Firmianisa, menjelaskan bahwa rujukan dilakukan karena DI telah memasuki usia kehamilan cukup bulan dan mulai merasakan kontraksi.

“Warga Binaan telah memasuki usia kehamilan 38–39 minggu dan mulai merasakan kontraksi pada Sabtu siang. Mengingat kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, dilakukan rujukan persalinan ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Hal ini dilakukan agar ibu dan bayi memperoleh perawatan yang optimal selama masa pemulihan,” jelas Firmianisa.

Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Wijayanti Utami Dewi, menyampaikan bahwa pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan menjadi salah satu prioritas pelayanan di rutan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak, termasuk bagi ibu hamil yang akan menjalani persalinan. Ketika mengetahui adanya kontraksi, petugas segera melakukan koordinasi dan merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhannya. Keselamatan ibu dan bayi menjadi perhatian utama kami,” ujar Wijayanti.

Rujukan ini bagian dari upaya Rutan Perempuan Surabaya memastikan Warga Binaan memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis, termasuk selama kehamilan dan persalinan. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0