Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan Hasilkan 35 Kilogram Pakcoy, Dukung Ketahanan Pangan Perkotaan

Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan Hasilkan 35 Kilogram Pakcoy, Dukung Ketahanan Pangan Perkotaan

Belitung, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan panen 35 kilogram pakcoy dari Rumah Hidroponik yang dikembangkan bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kabupaten Belitung sebagai sarana pembimbingan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan, Selasa (12/5). Program pertanian modern berbasis lahan terbatas tersebut diarahkan untuk dukung ketahanan pangan perkotaan dan bekali Klien dengan keterampilan produktif.

Kegiatan panen melibatkan jajaran pegawai, Klien Pemasyarakatan, serta peserta magang berlatar belakang pertanian. Selama program berjalan, Klien dilibatkan langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penyemaian benih, pengelolaan nutrisi, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan pascapanen menggunakan sistem hidroponik metode Nutrient Film Technique (NFT).

Kepala Bapas Tanjungpandan, Muhamad Irfani, mengatakan Rumah Hidroponik dikembangkan sebagai media pembimbingan yang memberi pengalaman kerja sekaligus keterampilan praktis bagi Klien Pemasyarakatan.

“Rumah Hidroponik ini kami kembangkan sebagai sarana pembelajaran kemandirian, di mana Klien terlibat langsung dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pembibitan hingga pascapanen. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas,” ujarnya.

Hasil panen pakcoy tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan internal pegawai dan keluarga besar Bapas Tanjungpandan, dibagikan kepada Klien Pemasyarakatan, serta masyarakat sekitar. Bapas Tanjungpandan juga mulai menjajaki kerja sama pemasaran hasil panen melalui Koperasi Primkopasindo dengan program SPPG dan salah satu hotel di kawasan wisata Pantai Tanjung Kelayang.

Salah seorang Klien, SY, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui program tersebut, terutama terkait teknik pertanian modern yang sebelumnya belum pernah dipelajari.

“Saya mendapatkan banyak pembelajaran baru, mulai dari proses penyemaian hingga panen. Kegiatan ini memberi pengalaman yang bermanfaat dan keterampilan yang dapat saya kembangkan ke depan,” ungkapnya.

Program hidroponik tersebut turut mendapat pendampingan teknis dari penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung guna menjaga kualitas budidaya dan keberlanjutan produksi.

Peserta magang berlatar belakang Sarjana Pertanian Institut Pertanian Bogor, Primanisa Nurgravisi, menilai program tersebut menjadi sarana penerapan ilmu sekaligus dukung pembimbingan Klien secara produktif. “Melalui penerapan ilmu dan teknologi pertanian terkini, semoga hasilnya semakin optimal,” ujarnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Tanjungpandan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0