Rutan Marabahan dan Kemenag Batola Tanamkan Nilai Syukur Warga Binaan lewat Ceramah Agama
Marabahan, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali gelar ceramah agama bagi Warga Binaan di Masjid Al Mujahiddin Rutan Marabahan, Rabu (10/6). Kegiatan tersebut hadirkan penyuluh agama Kemenag Barito Kuala, Ahmad Maimun, yang menyampaikan materi tentang pentingnya rasa syukur dalam setiap keadaan sebagai bekal jalani kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan ini diawasi langsung oleh Pembina Kepribadian Rutan Marabahan, Syamsuddin. Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Kemenag Batola dalam kegiatan pembinaan keagamaan.
“Kami berharap ceramah agama yang rutin dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Warga Binaan,” tuturnya.
Dalam ceramahnya, Ahmad Maimun menjelaskan bahwa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap menerima ketentuan Allah, memanfaatkan nikmat dengan baik, serta tetap berbuat kebaikan dalam kondisi apa pun. Ia mengisahkan keteladanan sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, yang tetap bersyukur meskipun pernah mengalami masa-masa sulit dan kelaparan.
Dalam kondisi serba kekurangan, Abu Hurairah tidak mengeluh dan tetap memuji Allah atas setiap nikmat yang diterimanya. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa rasa syukur tidak bergantung pada banyak atau sedikitnya nikmat yang dimiliki seseorang, melainkan pada kemampuan hati untuk menyadari karunia Allah dalam setiap keadaan.
“Sering kali manusia baru bersyukur ketika mendapatkan apa yang diinginkannya. Padahal, orang yang benar-benar bersyukur adalah mereka yang mampu melihat nikmat Allah bahkan di tengah kesulitan. Ketika hati dipenuhi rasa syukur, hidup akan terasa lebih tenang dan penuh keberkahan,” ujar Ahmad Maimun.
Salah seorang Warga Binaan, H, mengaku memperoleh banyak pelajaran dari materi yang disampaikan. Menurutnya, kisah para sahabat Nabi yang tetap bersyukur meskipun menghadapi berbagai ujian memberikan motivasi untuk lebih ikhlas dan optimistis menjalani masa pembinaan.
“Saya belajar bahwa syukur bukan hanya ketika senang, tetapi juga saat menghadapi kesulitan. Ceramah ini membuat saya lebih termotivasi untuk memperbaiki diri dan lebih menghargai setiap nikmat yang masih saya miliki,” ungkapnya.
Rutan Marabahan terus berupaya memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian Warga Binaan agar memiliki sikap yang lebih positif, optimistis, serta mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Marabahan
What's Your Reaction?


