Rutan Marabahan Gandeng DLH Batola Edukasi Warga Binaan Kelola Limbah

Rutan Marabahan Gandeng DLH Batola Edukasi Warga Binaan Kelola Limbah

Marabahan, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Kuala (Batola) gelar sosialisasi pengelolaan limbah di Aula Sehati Rutan Marabahan, Rabu (10/6). Kegiatan tersebut diikuti Kepala Rutan Marabahan, pejabat struktural, petugas, dan Warga Binaan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus dan pengelolaan limbah.

Kepala Rutan Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, menegaskan bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh penghuni Rutan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan sekaligus memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan. Pengelolaan limbah yang baik tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga mencerminkan budaya hidup yang tertib dan bertanggung jawab," ujarnya saat membuka kegiatan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Batola, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai barang buangan. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.

"Sampah tidak selalu menjadi barang yang harus dibuang. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diolah menjadi berbagai kerajinan yang bernilai jual. Karena itu, sampah dapat menjadi peluang untuk menambah keterampilan sekaligus membuka potensi penghasilan," ungkapnya.

Pada sesi materi, narasumber dari DLH Batola, Siti Fatimah, memaparkan tata cara pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan limbah domestik dan limbah cair, serta penanganan limbah medis dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai prosedur yang berlaku. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak limbah terhadap kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Siti Fatimah menyampaikan bahwa sampah anorganik yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola secara tepat.

"Di lingkungan rutan dapat dibentuk bank sampah untuk mengelola sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kardus. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang telah dipilah juga dapat dijual sehingga memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan," jelasnya.

Salah seorang Warga Binaan, R, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari sosialisasi tersebut.

"Kami jadi lebih memahami cara memilah sampah dengan benar dan mengetahui bahwa sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali. Saya berharap hal ini dapat diterapkan dengan baik di Rutan," ungkapnya.

Rutan Marabahan berharap kesadaran Warga Binaan terhadap pentingnya pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan hunian yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Marabahan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0