Rutan Masohi Gandeng Dinkes Kab. Maluku Tengah Sosialisasikan Keamanan Pangan bagi Warga Binaan
Masohi, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maluku Tengah gelar penyuluhan keamanan pangan dan kesehatan lingkungan, Selasa (13/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pengolahan makanan yang higienis guna menjaga kualitas makanan bagi Warga Binaan.
Kegiatan tersebut diikuti Pengelola Bahan Makanan dan 17 Warga Binaan yang bertugas sebagai tamping dapur. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai Standar Operasional Prosedur pengelolaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan secara higienis. Materi juga mencakup pencegahan cemaran pangan, pemeliharaan kebersihan dan sanitasi lingkungan kerja, serta persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi bagi fasilitas pengolahan makanan.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Muhammat Irvan Haupea, menegaskan pemenuhan makanan yang aman dan higienis merupakan bagian penting dari pelayanan kepada Warga Binaan. Oleh karena itu, penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi Pengelola Bahan Makanan dan Warga Binaan yang bertugas di dapur.
“Pemenuhan makanan yang aman dan higienis merupakan bagian penting dari pelayanan kepada Warga Binaan. Karena itu, kami terus mendorong agar Pengelola Bahan Makanan dan Warga Binaan yang bertugas di dapur memahami serta menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari sehingga kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga dan risiko pencemaran pangan dapat diminimalkan,” harap Irvan.
Sementara itu, Raudia Sahubawa selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Maluku Tengah menekankan pentingnya penerapan prinsip keamanan pangan untuk mencegah risiko pencemaran dan penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan. “Keamanan pangan harus menjadi perhatian dalam setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan peralatan, proses pengolahan, hingga penyajian. Pengetahuan yang diberikan melalui penyuluhan ini diharapkan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari sehingga risiko pencemaran pangan dapat diminimalkan dan kesehatan penghuni Rutan tetap terjaga,” harapnya.
Sebagai evaluasi pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan post-test mengenai keamanan pangan siap saji. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Masohi berharap sinergi dengan Dinkes Kabupaten Maluku Tengah terus mendukung peningkatan standar kebersihan dan keamanan pangan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi penerapan prosedur kerja dapur berkelanjutan demi menunjang pelayanan makanan yang aman dan layak bagi Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Rutan Masohi
What's Your Reaction?


