Rutan Masohi Optimalkan Perpustakaan Manusela Brain untuk Pembinaan Warga Binaan

Rutan Masohi Optimalkan Perpustakaan Manusela Brain untuk Pembinaan Warga Binaan

Masohi, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus kembangkan program pembinaan yang mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan. Salah satunya melalui pemanfaatan perpustakaan Manusela Brain sebagai sarana membaca, belajar, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif, Rabu (26/8).

Kegiatan ini juga libatkan peserta magang yang membantu melakukan pendataan buku-buku yang dipinjam oleh Warga Binaan. Pendataan dilakukan untuk memastikan administrasi peminjaman tercatat dengan baik sekaligus mendukung pengelolaan perpustakaan agar berjalan tertib dan terorganisasi. Warga Binaan diberikan kesempatan memanfaatkan berbagai koleksi buku yang tersedia untuk menambah wawasan, pengetahuan, sekaligus menumbuhkan minat baca.

Kehadiran perpustakaan menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan Warga Binaan. Selain sebagai tempat membaca, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar secara mandiri serta mengembangkan kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Masohi, Idris Kilkoda, mengatakan penyediaan akses perpustakaan merupakan salah satu upaya Rutan hadirkan kegiatan pembinaan yang beri manfaat nyata bagi Warga Binaan.

“Kami ingin perpustakaan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Warga Binaan. Membaca bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi sarana menambah pengetahuan dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat,” ujar Idris.

Menurutnya, budaya membaca perlu terus ditumbuhkan di lingkungan Rutan agar Warga Binaan memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengembangkan potensi diri. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong pemanfaatan berbagai fasilitas pembinaan secara optimal.

Salah seorang Warga Binaan, FIS, menyambut baik keberadaan perpustakaan tersebut. Ia mengaku fasilitas membaca memberi pilihan kegiatan positif selama menjalani masa pembinaan.

“Saya senang dengan adanya perpustakaan karena bisa membaca dan mendapatkan pengetahuan baru. Waktu luang juga bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat,” ungkap FIS.

Selama kegiatan berlangsung, Warga Binaan turut menjaga ketertiban dan kebersihan ruang perpustakaan sehingga aktivitas membaca dan belajar dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif.

Rutan Masohi berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sarana pembinaan, termasuk pengembangan budaya literasi, sebagai bagian dari upaya membentuk Warga Binaan yang lebih berpengetahuan, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Melalui akses terhadap bahan bacaan dan ruang belajar yang memadai, Rutan Masohi hadirkan pembinaan yang mendorong perubahan positif dan memberi bekal bagi Warga Binaan untuk menatap kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Masohi

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0