Rutan Pelaihari Dukung Kolaborasi Penguatan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak
Pelaihari, INFO_PAS – Mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya dimulai dari ruang kelas atau lingkungan keluarga, tetapi juga melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak. Semangat inilah yang ditegaskan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari pada Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di Aula Sarantang Saruntung, Kecamatan Pelaihari, Kamis (2/7).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, turut menandatangani komitmen bersama sebagai dukungan nyata terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bagi Rutan Pelaihari, komitmen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan pijakan untuk memperkuat pembinaan karakter Warga Binaan melalui penanaman nilai-nilai penghormatan terhadap hak perempuan, perlindungan anak, serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan yang dapat merugikan keluarga dan masyarakat.
Eri mengatakan membangun sumber daya manusia yang berkualitas tidak cukup hanya dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan, tetapi harus dibarengi dengan pembentukan karakter yang menghargai martabat setiap orang. Pihaknya akan mengintegrasikan materi penghormatan terhadap hak perempuan dan perlindungan anak ke dalam program pembinaan kepribadian Warga Binaan.
Edukasi akan diberikan melalui penyuluhan hukum, pembinaan mental dan spiritual, serta kegiatan penyadaran yang melibatkan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diharapkan membentuk pola pikir dan perilaku Warga Binaan agar lebih menghargai hak setiap individu ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
"Kami ingin Rutan Pelaihari menjadi bagian dari solusi. Komitmen yang kami tandatangani akan kami tindak lanjuti melalui penguatan program pembinaan kepribadian, penyuluhan hukum, dan kerja sama dengan instansi terkait agar Warga Binaan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menghormati perempuan dan melindungi anak. Harapannya, saat kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang lebih baik dan menjadi bagian dari lingkungan yang aman bagi keluarga maupun anak-anak," harap Eri.
Selain itu, Rutan Pelaihari juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemkab Tanah Laut, instansi penegak hukum, serta dinas terkait untuk menghadirkan kegiatan edukasi dan kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sinergi tersebut menjadi upaya menghadirkan Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam tembok Rutan, tetapi juga berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menegaskan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan hukum. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tokoh agama, aparat desa hingga organisasi kemasyarakatan.
"Mari kita bersama-sama memberikan edukasi kepada anak-anak kita, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan setelah peristiwa terjadi," tegas Rahmat.
Rutan Pelaihari berharap komitmen yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan semata, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi Warga Binaan, keluarga mereka, dan masyarakat. Melalui langkah tersebut, Rutan Pelaihari menegaskan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan Warga Binaan selama menjalani pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, menghormati hak asasi manusia, serta berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


