Rutan Perempuan Surabaya Panen 18 Kg Pakcoy, Hasil Nyata Pembinaan Kemandirian
Sidoarjo, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya kembali tunjukkan hasil membanggakan. Pada Jumat (19/6), Warga Binaan memanen 18 kilogram pakcoy dari kebun pembinaan yang dikelola di lingkungan Rutan.
Kegiatan panen dilakukan oleh Warga Binaan dengan pendampingan dan pengawasan dari staf bimbingan kegiatan. Sejak pagi, para Warga Binaan tampak antusias memetik sayuran yang telah dirawat selama beberapa pekan hingga mencapai masa panen. Hasil panen kemudian dikumpulkan dan ditimbang sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.
Budidaya pakcoy merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang secara rutin dilaksanakan di Rutan Perempuan Surabaya. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan diajarkan berbagai keterampilan dasar pertanian mulai dari proses penyemaian, penanaman, perawatan, hingga panen.
Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan berkebun juga menjadi sarana pembelajaran yang menanamkan nilai kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Warga Binaan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan sehingga mereka merasakan langsung hasil dari proses yang telah dijalani.
Staf bimbingan kegiatan Intan Wahyu Safitri, mengatakan hasil panen tersebut merupakan buah dari konsistensi Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan. Keterampilan berkebun yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan menjadi bekal bermanfaat bagi Warga Binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Panen 18 kilogram pakcoy ini menunjukkan Warga Binaan mampu mengikuti proses pembinaan dengan baik. Yang terpenting bukan hanya hasil panennya, tetapi bagaimana mereka belajar merawat tanaman, bekerja sama, dan memahami sebuah hasil membutuhkan proses yang tidak instan,” ujar Intan.
Suasana panen berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Warga Binaan saling membantu memetik dan mengumpulkan hasil panen sambil berbagi pengalaman selama mengikuti kegiatan berkebun. Interaksi positif tersebut menjadi proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter.
Salah satu Warga Binaan berinisial S senang dapat ikut merasakan hasil dari tanaman yang dirawat bersama teman-temannya. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang sebelumnya belum pernah dimiliki.
“Senang sekali karena kami bisa melihat langsung hasil dari kerja keras selama ini. Mulai dari menanam, menyiram, sampai merawat tanaman, dilakukan bersama-sama. Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih sabar, telaten, dan bertanggung jawab,” ungkap S.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Perempuan Surabaya terus berupaya memberikan bekal keterampilan bermanfaat bagi Warga Binaan. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan berkebun menjadi modal positif untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. (IR)
Kontributor: Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


