Rutan Perempuan Surabaya Panen Rosela dari Lahan Pembinaan Produktif
Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya panen bunga rosela hasil budidaya di lahan pembinaan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, Kamis (9/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Lahan yang semula tidak produktif kini dimanfaatkan sebagai area budidaya berbagai jenis tanaman, termasuk bunga rosela yang memiliki nilai manfaat dan potensi ekonomi. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan belajar teknik budidaya tanaman, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.
Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Perempuan Surabaya, Comi Hendariswati, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
"Pemanfaatan lahan idle ini tidak hanya menghasilkan tanaman yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan. Mereka dilibatkan dalam setiap proses sehingga memiliki pengalaman dan keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Inilah yang terus kami dorong sebagai bagian dari pembinaan yang berdampak," ujar Comi.

Selain mempelajari teknik budidaya, Warga Binaan juga dikenalkan pada pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah sehingga keterampilan yang diperoleh tidak hanya terbatas pada kegiatan bercocok tanam, tetapi juga membuka peluang usaha.
Panen berlangsung dengan antusias. Warga Binaan memetik bunga rosela yang telah memasuki masa panen setelah melalui proses perawatan secara rutin. Kegiatan tersebut juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam mengelola kebun pembinaan.
Salah seorang Warga Binaan, C, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program tersebut.
"Saya bersyukur bisa belajar merawat tanaman sampai akhirnya panen. Sebelumnya saya belum pernah menanam bunga rosela, tetapi sekarang saya memahami prosesnya dan juga mengetahui manfaatnya. Kegiatan ini membuat saya lebih produktif dan memberikan bekal keterampilan yang semoga bermanfaat ketika saya kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Pemanfaatan lahan pembinaan menjadi kebun produktif terus dikembangkan Rutan Perempuan Surabaya sebagai sarana tingkatkan keterampilan Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


