Sambut HBP Ke-62, Lapas Atambua Gelar Aksi Bersih Fasilitas Umum

Sambut HBP Ke-62, Lapas Atambua Gelar Aksi Bersih Fasilitas Umum

Atambua, INFO_PAS – Sambut peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua tunjukkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. Jumat (10/4) pagi, jajaran petugas Lapas, peserta magang, bersama Warga Binaan laksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum yang difokuskan pada dua titik sakral di wilayah Atambua, yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masmae dan kompleks pemakaman adat yang berada di area lahan Lapas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan nasional Pemasyarakatan yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan berbekal peralatan kebersihan seperti sapu lidi, parang, dan gerobak sampah, serta mesin pemotong rumput, puluhan personel dikerahkan untuk mempercantik dan menjaga sanitasi lingkungan pemakaman agar tetap layak dan nyaman bagi peziarah.

TPU Masmae, salah satu pemakaman umum terbesar di Kota Atambua. Area yang semula ditumbuhi rumput liar dan sampah plastik sisa kunjungan peziarah perlahan mulai tampak bersih dan tertata. Petugas dan Warga Binaan bahu-membahu membersihkan jalur pejalan kaki di antara nisan serta memangkas dahan pohon yang mulai menutupi akses jalan.

Pelaksana harian Kepala Lapas Atambua (Plh. Kalapas), Jeremias Gusmao, menyatakan bahwa pemilihan TPU Masmae didasarkan pada tingginya mobilitas masyarakat di lokasi tersebut.

"Kami ingin kehadiran Lapas memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh warga. Membersihkan tempat peristirahatan terakhir adalah bentuk penghormatan kita kepada sesama," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Tak hanya fasilitas umum perkotaan, tim kemudian bergerak menuju area pemakaman adat yang berlokasi di dalam lingkungan lahan Lapas Atambua. Lokasi ini memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat adat setempat. Langkah ini diambil sebagai wujud penghormatan Lapas Atambua terhadap kearifan lokal dan menjaga hubungan harmonis dengan para tokoh adat.

Pembersihan di makam adat ini dilakukan dengan penuh khidmat. Area di sekeliling batu-batu adat dan nisan tradisional dibersihkan dari lumut dan semak belukar. Petugas memastikan bahwa meskipun berada di area Lapas, situs budaya ini tetap terjaga kelestariannya.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan. Dengan dilibatkan dalam aksi sosial, para Warga Binaan diajak untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab sosial sebelum nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang Warga Binaan, Dedy, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkontribusi dalam kegiatan tersebut. “Saya merasa sangat senang dan bangga bisa ikut serta dalam kegiatan merawat makam leluhur dan fasilitas umum milik masyarakat. Saya berharap dengan bersihnya area pemakaman ini, saudara-saudara kita yang datang berziarah bisa merasa lebih nyaman dan tenang saat berdoa,” ujarnya.

Masyarakat sekitar menyambut positif inisiatif ini. Yane, salah seorang warga yang berziarah, menyampaikan apresiasinya atas aksi spontan yang dilakukan oleh pihak lapas. “Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran bapak ibu dari lapas. Aksi ini sangat membantu dalam menjaga keasrian lingkungan makam yang sebelumnya mulai rimbun. Dengan lingkungan yang bersih seperti ini, kami sebagai peziarah merasa lebih nyaman dan khusyuk saat berdoa,” ungkapnya.

Melalui aksi bersih-bersih dalam rangka HBP ke-62 ini, Lapas Atambua membuktikan bahwa institusi Pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan wadah yang aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pelestarian nilai-nilai lokal di tanah Belu. Perayaan tahun ini pun menjadi momentum refleksi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Atambua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0