Sambut Tahun Baru Islam, Lapas Perempuan Palu Tumbuhkan Semangat Hijrah Warga Binaan
Sigi, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu gelar tausyiah peringati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Musala An Nisa, Kamis (18/6). Mengusung tema “Mari Sambut Tahun Baru dengan Cahaya Iman dan Semangat Perubahan”, kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus tumbuhkan semangat hijrah bagi Warga Binaan.
Kegiatan yang diikuti seluruh Warga Binaan beragama Islam tersebut berlangsung khidmat dan diisi dengan penyampaian materi keagamaan yang menekankan pentingnya introspeksi diri, peningkatan kualitas ibadah, serta komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, mengatakan bahwa Tahun Baru Islam merupakan momentum yang tepat untuk membangun kesadaran diri dan memperkuat tekad dalam menjalani proses pembinaan.
"Semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam harus menjadi inspirasi bagi seluruh Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan cahaya iman dan semangat perubahan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat," ujar Yoesiana.
Tausyiah menghadirkan penceramah dari Kementerian Agama Kabupaten Sigi, Muhammad Mikail, yang mengajak Warga Binaan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia juga mendorong Warga Binaan memperbanyak amal saleh, seperti puasa sunah, bersedekah, membaca Al-Qur'an, dan istigfar sebagai bagian dari penguatan spiritual.
"Mari jadikan awal tahun baru Islam sebagai kesempatan membangun kebiasaan baik, meningkatkan ibadah, dan memperkuat hubungan Allah Swt.," tutur Muhammad Mikail.
Salah seorang Warga Binaan, N, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tausyiah yang disampaikan memberikan motivasi dan semangat baru untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih positif.
"Kegiatan ini mengingatkan saya untuk terus memperbaiki diri dan memanfaatkan waktu selama menjalani pembinaan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat nanti," ungkap N.
Penguatan nilai-nilai spiritual diharapkan dapat membentuk karakter yang lebih baik, meningkatkan kesiapan Warga Binaan dalam menjalani reintegrasi sosial, serta mendukung terwujudnya tujuan Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Palu
What's Your Reaction?


