SANAK BASSAMA Sasar 240 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang

SANAK BASSAMA Sasar 240 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang

Semarang, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang kembali tunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi hukum dan perlindungan anak melalui SANAK BASSAMA atau Sadar Anak Bersama Masyarakat sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Mengusung tema "Sekolah Ramah Anak Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (28/7) di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang tersebut diikuti 40 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kepala Bapas Semarang, Totok Budiyanto, menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. "SANAK BASSAMA menjadi wadah bagi kita semua untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada anak-anak. Kami berharap mereka menjadi generasi yang berkarakter, menjauhi perilaku menyimpang, serta berani menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045," harapnya.

Selanjutnya, Tri Riswanto selaku Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya menjelaskan peran Bapas dalam Sistem Peradilan Pidana Anak sekaligus pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi kepada generasi muda. "Bapas tidak hanya melakukan pendampingan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum, tetapi juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif agar anak-anak memahami hak, kewajiban, dan konsekuensi hukum dari setiap perbuatannya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang, Ridho Irwanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bapas Semarang dengan berbagai instansi dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. "Edukasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta membentuk budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik," ungkapnya.

Mewakili Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kompol Dewi Endah Utami, mengajak seluruh peserta didik untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. "Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, adik-adik harus memilih lingkungan pergaulan positif, menjauhi narkoba, tidak melakukan perundungan, dan menghormati sesama agar masa depan tetap terjaga," pesannya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, perundungan, kekerasan terhadap anak, perlindungan hukum, hingga peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Diskusi yang interaktif tersebut makin memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga diri, menghormati hak orang lain, dan membangun karakter positif sejak dini.

Melalui kolaborasi lintas sektor, SANAK BASSAMA diharapkan memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Semarang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0