Satops Patnal Lapas Tolitoli Jalani Asesmen Kepatuhan Internal, Perkuat Integritas dan Pelayanan
Tolitoli, INFO_PAS – Komitmen terhadap penguatan integritas dan profesionalisme terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli melalui keikutsertaan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) dalam Asesmen Anggota Tim Satops Patnal tingkat Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Asesmen ini dilaksanakan secara virtual pada Rabu (4/3).
Asesmen yang dilaksanakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa personel yang tergabung dalam Satgas Operasi Kepatuhan Internal memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman yang kuat terhadap tugas pengawasan dan pengendalian internal di lingkungan Pemasyarakatan.
Salah satu peserta asesmen selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Muh. Iqbal Rahman, mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi diri sekaligus penguatan komitmen sebagai aparat Pemasyarakatan. “Asesmen ini menguji pemahaman kami terhadap tugas dan tanggung jawab dalam pengawasan internal. Kami dituntut tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyampaikan asesmen ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang akuntabel dan transparan. “Kepatuhan internal adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Melalui asesmen, kami memastikan personel yang bertugas memiliki kapasitas dan integritas yang mumpuni. Dampaknya bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang lebih profesional dan bersih,” tegasnya.
Mansur menambahkan keberadaan Satops Patnal yang kompeten akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) di Lapas. “Pengawasan internal yang kuat akan memperkecil potensi pelanggaran dan gangguan kamtib. Jika sistem berjalan dengan baik, Warga Binaan menjalani proses pembinaan dengan aman dan tertib, petugas bekerja dengan rasa tanggung jawab dan percaya diri, serta masyarakat memperoleh jaminan bahwa pengelolaan Lapas dilaksanakan secara profesional dan akuntabel,” jelasnya.
Manfaat dari kegiatan ini terasa secara konkret. Bagi masyarakat, penguatan kepatuhan internal meningkatkan kepercayaan terhadap institusi Pemasyarakatan sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel. Bagi petugas, asesmen menjadi sarana peningkatan kualitas diri sekaligus standar profesionalisme yang lebih jelas. Sedangkan bagi Warga Binaan, sistem pengawasan yang baik menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih aman, tertib, dan kondusif.
Melalui penguatan integritas dan kepatuhan internal, Lapas Tolitoli terus bergerak membangun Sistem Pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


