Sebanyak 38 Warga Binaan Lapas Batulicin Jalani Skrining Rehabilitasi dan Re-Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin laksanakan Skrining Kelayakan Penempatan Rehabilitasi dan Re-Edukasi Narapidana Pengguna NAPZA berbasis ketahanan pangan, Rabu (7/10). Sebanyak 38 Warga Binaan mengikuti rangkaian skrining yang menjadi tahapan persiapan sebelum penempatan dalam program dengan memperhatikan aspek administratif, status pengguna, kondisi kesehatan, risiko, dan stabilitas.
Rangkaian skrining diawali dengan seleksi administratif dan verifikasi status pengguna melalui wawancara oleh Asesor. Peserta kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan untuk melihat kesiapan fisik dan mental, dilanjutkan penilaian risiko dan stabilitas dan reviu oleh Tim Penilai Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Pelaksanaan skrining melibatkan Asesor UPT, Tim Penilai UPT, dan tenaga medis Lapas Batulicin. Seluruh rangkaian berjalan aman dan kondusif dengan hasil penilaian menjadi bahan pertimbangan dalam proses penempatan peserta.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan keterlibatan 38 Warga Binaan dalam skrining menjadi persiapan pembinaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan peserta. Program berbasis ketahanan pangan juga diarahkan untuk memberikan pengalaman kegiatan yang memiliki nilai pembelajaran dan keterampilan praktis.
“Keikutsertaan 38 Warga Binaan dalam skrining ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti Rehabilitasi dan Re-Edukasi. Melalui pendekatan berbasis ketahanan pangan, kami berharap proses pembinaan juga memberikan pengalaman dan keterampilan bermanfaat,” harapnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai proses skrining penting dilakukan sebelum penempatan agar program disesuaikan dengan hasil penilaian setiap peserta. Ia berharap tahapan yang telah dilaksanakan mendukung rehabilitasi dan re-edukasi secara terarah.
“Proses skrining dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kesiapan masing-masing Warga Binaan sebelum mengikuti program. Kami berharap hasil penilaian ini menjadi dasar penempatan yang tepat sehingga rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan memberikan manfaat nyata dalam pembinaan,” ujar Thoha.
Sebanyak 38 Warga Binaan telah mengikuti seluruh rangkaian skrining sebagai persiapan penempatan rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan. Hasil penilaian selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kesesuaian peserta dengan program yang akan dijalankan di Lapas Batulicin. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


