Sebanyak 59 Warga Binaan Lapas Atambua Terima Sakramen Krisma dari Uskup Atambua
Atambua, INFO_PAS – Sebanyak 59 Warga Binaan Katolik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terima Sakramen Krisma sebagai penguatan mental, pemulihan hidup, dan persiapan reintegrasi sosial, Sabtu (10/10). Karunia Roh Kudus yang dilayankan langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, didampingi Romo Servas dan Romo Leo tersebut diharapkan membantu para Warga Binaan membangun karakter yang luhur, menyembuhkan luka batin masa lalu, dan memberikan kekuatan moral agar tidak mengulangi kesalahan serupa.
Perayaan sakral yang berlangsung di Kapela Lapas Atambua ini berjalan penuh khidmat dengan pendampingan dari Cipriano Gomes dan Virginia Gomes yang bertindak sebagai bapak dan mama saksi. Rangkaian ibadat tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, beserta petugas, perserta magang, dan Warga Binaan lainnya.
Antonio menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian Gereja Katolik, khususnya Keuskupan Atambua, terhadap pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan. “Pembinaan mental dan spiritual seperti ini merupakan pilar utama dalam proses reintegrasi sosial. Kami berharap sakramen ini menjadi bekal iman yang teguh bagi para Warga Binaan selama menjalani masa pidana hingga kembali ke masyarakat kelak," harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku menegaskan pentingnya Roh Kudus dalam membimbing perjalanan hidup setiap umat beriman sebagaimana peristiwa Pentakosta. "Penerimaan Sakramen Krisma ini adalah Pentakosta baru bagi para Warga Binaan. Roh Kudus yang tercurah hari ini memberikan kekuatan Rohani, keberanian, dan pembaruan hidup. Jadikan momen ini sebagai titik balik untuk bangkit, meninggalkan masa lalu, dan menjadi pribadi yang lebih baik serta berguna bagi sesama," pintanya.
Rasa haru dan syukur juga terpancar dari raut wajah para penerima sakramen. Oskar Lebo, salah satu Warga Binaan yang menerima Sakramen Krisma, mengungkapkan kebahagiaannya usai mengikuti prosesi ibadat. "Ini menjadi momen perjumpaan yang luar biasa dengan Tuhan. Saya merasa dilahirkan kembali dan siap menjadi pribadi yang baru," ungkapnya.
Perayaan spiritual ini menjadi sarana pemulihan diri bagi Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi baru. Kegiatan ini mempertegas komitmen Lapas Atambua dalam menjalankan pembinaan keagamaan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


