Sekali Produksi, Warga Binaan Lapas Atambua Hasilkan 30 Botol Minyak VCO

Sekali Produksi, Warga Binaan Lapas Atambua Hasilkan 30 Botol Minyak VCO

Atambua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali tunjukkan taringnya sebagai pusat pelatihan produktif. Dalam sekali siklus produksi, Warga Binaan Lapas Atambua sukses menghasilkan 30 botol minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) merek VCO La’Bua kemasan 100 ml. Pencapaian ini menjadi bukti nyata transformasi Lapas dari sekadar tempat penghukuman menjadi lembaga pendidikan yang memberdayakan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Atambua pada Sabtu (3/1) ini merupakan tindak lanjut pelatihan dari Pusat Pelatihan Misi Terpadu Soe pada November 2025. Meski instruktur tidak hadir secara fisik, standar kualitas tetap terjaga melalui pemantauan virtual. Langkah ini memastikan setiap tetes VCO yang diproduksi memenuhi kriteria kesehatan dan Standar Operasional Prosedur.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan kualitas jernih VCO diperoleh melalui proses panjang selama lima hari. Berawal dari 50 buah kelapa pilihan, tahapan dimulai dari pengupasan hingga perendaman parutan kelapa dengan air panas selama 30 menit.

"Kuncinya terletak pada ketelitian ekstraksi santan dan masa fermentasi selama 2 x 24 jam. Kami memastikan pemisahan minyak dan air terjadi sempurna untuk hasil maksimal sebelum masuk ke tahap pengemasan," ujar Andra.

Produk ini pun bukan produk sembarangan. Saat ini, VCO La’Bua telah mengantongi Nomor Induk Berusaha dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Legalitas ini adalah simbol komitmen Lapas untuk menghasilkan produk berstandar pasar sekaligus mencetak Warga Binaan yang berdaya saing.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Niko, salah satu peserta pelatihan, bangga bisa menguasai teknik pengolahan kelapa menjadi VCO. "Pelatihan ini membuka mata kami. Kami jadi punya kepercayaan diri untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan esensi Pemasyarakatan adalah mengayomi. Ia berharap Lapas menjadi institusi yang mengubah karakter Warga Binaan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.

"Program kemandirian ini adalah bekal nyata bagi mereka. Mengolah kelapa sangat relevan dengan potensi lokal di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. Pelatihan ini merupakan pemenuhan hak bersyarat bagi Warga Binaan melalui jalur peningkatan keterampilan,” terang Bambang.

Melalui keberhasilan produksi VCO La’Bua, Lapas Atambua membuktikan pembinaan yang tepat mampu mengubah stigma negatif menjadi prestasi. Produk ini kini menjadi ikon unggulan yang memperkuat citra Lapas Atambua sebagai lembaga yang humanis, kreatif, dan transformatif. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0