Selawat Menggema di Ruang Kunjungan, Habsyi Warga Binaan Rutan Pelaihari Hadirkan Suasana Religius
Pelaihari, INFO_PAS - Lantunan selawat dan tabuhan rebana iringi suasana kunjungan tatap muka di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kamis (15/10). Penampilan habsyi oleh Warga Binaan hadirkan nuansa religius di tengah pertemuan bersama keluarga. Ruang kunjungan pun jadi tempat melepas rindu sekaligus tumbuhkan ketenangan batin dan semangat memperbaiki diri.
Kegiatan habsyi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang beri Warga Binaan kesempatan kembangkan bakat seni Islami sekaligus perdalam nilai-nilai keagamaan. Melalui lantunan selawat, Warga Binaan diajak tumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw. serta mengisi waktu dengan aktivitas positif dan bermakna.
Petugas pendamping kegiatan, Abdul Latief Iriawan, menjelaskan bahwa penampilan habsyi dalam layanan kunjungan beri suasana berbeda bagi Warga Binaan maupun keluarga yang datang. Kegiatan ini diharapkan ciptakan suasana yang lebih hangat sekaligus dukung proses pembinaan.
“Melalui kegiatan habsyi ini, kami ingin menghadirkan suasana kunjungan yang lebih positif dan religius. Selain menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk mengembangkan bakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan ketenangan, memperkuat nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri,” ujar Abdul Latief Iriawan.
Suasana tersebut juga dirasakan Husin, salah satu anggota keluarga Warga Binaan yang datang berkunjung. Menurutnya, lantunan selawat beri nuansa berbeda saat keluarga bertemu dengan orang terdekat yang sedang menjalani masa pembinaan.
“Senang bisa mendengar lantunan selawat saat berkunjung. Suasananya terasa lebih tenang dan mengingatkan kami bahwa keluarga tetap bisa saling memberikan dukungan dan semangat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berjalan agar Warga Binaan semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik,” ujar Husin.
Selain memperdalam nilai keagamaan, kegiatan habsyi melatih kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab. Para peserta perlu menjaga keselarasan suara, mengikuti irama, serta bekerja sama agar penampilan berjalan dengan baik. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.
Kunjungan tatap muka juga berperan penting dalam menjaga hubungan Warga Binaan dengan keluarga. Pertemuan langsung kesempatan untuk bertukar kabar, mempererat ikatan emosional, dan memperoleh dukungan moral selama menjalani pembinaan.
Rutan Pelaihari terus dorong kegiatan yang mendukung perkembangan spiritual, mental, dan sosial Warga Binaan. Pembinaan melalui seni Islami jadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan, kesabaran, ketekunan, dan sikap saling menghargai. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, serta kenyamanan seluruh pihak selama layanan kunjungan berlangsung.
Melalui kegiatan habsyi, Rutan Pelaihari berharap Warga Binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kepulangan ke tengah masyarakat. Dukungan keluarga dan pembinaan yang berkelanjutan diharapkan membantu mereka membangun sikap dan perilaku yang lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


