Seleksi Berbasis Integritas, Lapas Kelas I Cipinang Gunakan Tes IST dan DISC untuk Tim ZI
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat strategi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2026 melalui seleksi berbasis asesmen psikologis, Selasa (10/2). Dalam proses seleksi calon anggota Tim ZI, Lapas Cipinang menerapkan Intelligence Structure Test (IST) dan DISC Personality Test.
Tes IST digunakan untuk menilai kemampuan kognitif, pola pikir rasional dan objektif, serta ketahanan individu dalam menghadapi tekanan. Sementara itu, Tes DISC difokuskan untuk memetakan integritas, stabilitas emosi, gaya kerja, serta tingkat kepatuhan calon anggota Tim ZI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Tim ZI WBK Tahun 2026, Lis Susanti, menjelaskan asesmen kali ini melibatkan peserta pemagangan nasional dengan latar belakang disiplin ilmu psikologi yang telah menjalani masa kerja lebih dari dua bulan di Lapas Kelas I Cipinang. “Pelibatan tim pemagangan berlatar belakang psikologi kami harapkan memberikan sudut pandang yang lebih objektif dan mendalam dalam memetakan kualitas sumber daya manusia peserta seleksi, baik dari aspek kognitif maupun kepribadian,” harapnya.
Salah satu anggota tim seleksi yang berlatar belakang psikologi, Faturahman, menambahkan penggunaan kombinasi Tes IST dan DISC memberikan gambaran menyeluruh terhadap kesiapan individu. “Melalui tes ini, kami tidak hanya menilai kecerdasan, tetapi juga konsistensi sikap, pengendalian emosi, dan kecenderungan perilaku kerja. Ini penting agar Tim ZI diisi oleh personel yang kuat secara mental dan berintegritas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, kala memantau langsung jalannya asesmen menegaskan kegagalan meraih predikat WBK pada tahun sebelumnya harus menjadi refleksi bersama dan pijakan untuk melakukan perubahan yang lebih mendasar di tahun 2026. “Kita tidak boleh mengulang kesalahan yang sama. Tim ZI harus diisi oleh orang-orang yang siap bekerja dengan integritas, tahan tekanan, dan konsisten dalam nilai. Tahun 2026 bukan tentang mengejar predikat semata, tetapi tentang membangun budaya kerja yang benar,” tegasnya.
Menurut Wachid, seleksi berbasis asesmen psikologis ini menjadi langkah awal untuk memastikan perubahan dimulai dari manusia yang tepat, pola pikir benar, dan komitmen nyata. Ia berharap Tim ZI yang terbentuk mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Lapas Kelas I Cipinang.
“Harapan saya sederhana tapi tegas: Tim ZI yang terpilih adalah mereka yang siap bekerja jujur, bekerja keras, dan bekerja dengan hati. Jika integritas sudah tertanam sejak awal, maka WBK bukan lagi target administratif, tetapi hasil dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh,” tambah Wachid.
Melalui seleksi ketat, objektif, dan berbasis kompetensi ini, Lapas Kelas I Cipinang optimistis membentuk Tim ZI yang kuat, kredibel, dan berkomitmen tinggi sebagai fondasi utama dalam memperkuat langkah menuju predikat WBK Tahun 2026. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


