Tadarus Al-Qur'an Jadi Jalan Pembinaan Rohani Warga Binaan Lapas Batulicin
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus perkuat pembinaan kepribadian melalui Tadarus Al-Qur'an yang diikuti Warga Binaan, khususnya Warga Binaan santri. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pembinaan kerohanian yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Tadarus dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis sebagai agenda pembinaan keagamaan di Lapas Batulicin. Warga Binaan khusyuk mengikuti setiap sesi dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bergantian disertai semangat untuk terus memperbaiki bacaan.
Selain membaca Al-Qur'an, Warga Binaan juga mendapatkan pembinaan mengenai kaidah tajwid yang meliputi makharijul huruf, hukum-hukum tajwid, dan penyimakan bacaan agar sesuai kaidah yang benar. Pendampingan tersebut diharapkan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan jadwal Tadarus disusun secara rutin agar Warga Binaan memiliki ruang yang konsisten untuk meningkatkan kualitas spiritualnya. Menurutnya, pembinaan kerohanian merupakan bekal penting yang diharapkan membentuk karakter dan menjadi modal berharga ketika Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.
"Kami menjadwalkan Tadarus agar menjadi kehidupan sehari-hari Warga Binaan. Melalui pembinaan ini, kami berharap mereka memiliki kualitas spiritual yang makin baik sehingga siap menjalani kehidupan yang lebih positif setelah kembali ke masyarakat," harap Harry.
Antusiasme Warga Binaan dalam melantunkan kalam Illahi menjadi simbol tumbuhnya kesadaran diri dan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Melalui pembinaan berkelanjutan, Lapas Batulicin berharap Tadarus menjadi jalan pembentukan karakter religius dan menghadirkan ketenangan hati bagi Warga Binaan.
Warga Binaan berinisial A mengatakan Tadarus memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah Swt. Menurutnya, kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan benar menjadi pengalaman berharga selama menjalani masa pembinaan.
"Tadarus Al-Qur'an membuat saya makin memahami pentingnya memperbaiki bacaan sekaligus memperkuat keimanan. Kegiatan ini menjadi pengingat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap A.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan keagamaan merupakan fondasi penting dalam proses Pemasyarakatan. Ia mengajak seluruh Warga Binaan untuk terus meningkatkan semangat mengikuti kegiatan keagamaan sebagai bekal amal saleh dan jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
"Kami mendukung penuh seluruh kegiatan pembinaan keagamaan di Lapas Batulicin. Jadikan Tadarus Al-Qur'an sebagai jalan untuk memperbanyak amal saleh, menata hati agar lebih tenang, dan makin mendekatkan diri kepada Allah Swt. sehingga proses pembinaan benar-benar membawa perubahan yang positif," ujar Thoha.
Melalui Tadarus Al-Qur'an, Lapas Batulicin terus berkomitmen menghadirkan pembinaan rohani berkelanjutan dan bermakna. Kegiatan ini menjadi bukti Pemasyarakatan tidak hanya membentuk keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan keimanan dan karakter religius sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


