Tadarus Rutin, Lapas Batulicin Bantu Warga Binaan Perlancar Bacaan Al-Qur’an
Batulicin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin dorong Warga Binaan memperlancar bacaan Al-Qur’an melalui kegiatan tadarus sebagai bagian dari pembinaan kerohanian, Kamis (17/9). Kegiatan ini diarahkan untuk membangun semangat belajar sekaligus membiasakan Warga Binaan membaca Al-Qur’an secara rutin.
Pelaksanaan tadarus berlangsung di Masjid At-Taubah dengan jadwal yang disusun oleh Subseksi Pembinaan setiap Senin hingga Kamis. Kegiatan dikoordinasikan oleh Warga Binaan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an lebih baik untuk membantu kelancaran tadarus bersama.
Dalam setiap pelaksanaan, Warga Binaan ditargetkan menyelesaikan satu juz bacaan sehingga rangkaian tadarus dapat menuntaskan 30 juz dalam waktu sekitar 30 hari. Pola tersebut membuat kegiatan membaca Al-Qur’an berjalan teratur dan memberi ruang bagi Warga Binaan untuk menjaga konsistensi belajar.
Tadarus juga terbuka bagi Warga Binaan yang belum lancar membaca Al-Qur’an melalui pembelajaran Iqra yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pendekatan ini jadikan kegiatan mengaji tidak hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga ruang belajar untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa tadarus menjadi salah satu program yang terus didorong dalam pembinaan kerohanian Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar bersama sekaligus memperkuat kedekatan dengan nilai-nilai agama.
“Program ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam pembinaan kerohanian karena tidak hanya mendorong Warga Binaan untuk rutin membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka yang masih belajar mengenal dan membaca huruf Al-Qur’an. Kami ingin semangat belajar ini terus tumbuh sehingga kegiatan tadarus dapat menjadi kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, M, mengaku kegiatan tadarus membantunya menjaga semangat untuk terus membaca Al-Qur’an bersama Warga Binaan lainnya. Ia juga menilai adanya bimbingan Iqra memberikan kesempatan bagi mereka yang belum lancar untuk belajar secara bertahap.
“Dengan tadarus bersama, kami lebih semangat untuk membaca Al-Qur’an karena ada jadwal dan teman-teman yang saling membantu. Bagi yang belum lancar, kami juga bisa belajar Iqra sesuai kemampuan sehingga tetap memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki bacaan,” ungkap M.
Senada, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan dukungannya terhadap kegiatan tadarus sebagai bagian dari pembinaan yang menempatkan penguatan nilai keagamaan sebagai salah satu perhatian penting. Ia berharap kebiasaan membaca Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan menjadi bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Pembinaan kerohanian tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi bagaimana nilai yang dipelajari dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kami mendukung tadarus ini agar Warga Binaan semakin dekat dengan Al-Qur’an, memperbaiki bacaannya, serta menumbuhkan ketaatan kepada Allah Swt.,” ujar Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


