Tak Kenal Huruf, Tiga Warga Binaan Belajar Membaca di Lapas Surabaya

Tak Kenal Huruf, Tiga Warga Binaan Belajar Membaca di Lapas Surabaya

Sidoarjo, INFO_PASLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya konsisten beri perhatian terhadap pemenuhan hak pendidikan Warga Binaan. Salah satunya melalui pendampingan tambahan bagi Warga Binaan yang belum memiliki kemampuan membaca.

Kegiatan pembelajaran membaca berlangsung di Perpustakaan Laskar Ilmu Lapas Surabaya, Senin (31/8). Tiga Warga Binaan dapat pembelajaran tambahan dari Seksi Bimbingan Pemasyarakatan dengan didampingi dua peserta magang.

Ketiga Warga Binaan tersebut sebelumnya mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Saat mengikuti pembelajaran, diketahui bahwa ketiganya belum mampu membaca. Mereka merupakan Warga Binaan yang mengikuti Kejar Paket A atau pendidikan yang setara dengan jenjang Sekolah Dasar (SD).

Melihat kondisi tersebut, Seksi Bimbingan Pemasyarakatan memberikan pendampingan tambahan agar ketiganya memperoleh pembelajaran sesuai dengan kemampuan dasar. Dua peserta magang turut membantu proses pembelajaran secara langsung.

Pembelajaran dimulai dari tahap paling dasar, yakni mengenalkan abjad, mengenali bentuk dan bunyi huruf, kemudian dilanjutkan dengan latihan mengeja. Materi diberikan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing Warga Binaan.

“Yang kami perhatikan bukan hanya kemampuan mereka menghafal huruf, tetapi juga bagaimana mereka bisa mengingat dan menggunakannya saat membaca kata sederhana. Jadi kami mengulang materi yang sudah diberikan sampai mereka mulai terbiasa,” ujar Aditya, salah satu peserta magang.

Salah satu Warga Binaan, M, menyambut baik adanya pembelajaran tambahan tersebut. Ia mengaku sebelumnya kesulitan mengikuti pembelajaran karena belum memiliki kemampuan membaca.

“Sekarang saya jadi punya kesempatan untuk belajar lebih pelan. Saya ingin bisa membaca sendiri, terutama untuk membaca tulisan-tulisan sederhana,” ungkap M.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Aksi ke-11 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Program tersebut mendorong tersedianya akses pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pendidikannya.

Lapas Surabaya dukung pelaksanaan pendidikan kesetaraan melalui pendampingan sesuai kebutuhan Warga Binaan. Pembelajaran tambahan ini diharapkan membantu ketiganya mengikuti proses Kejar Paket A sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dasar. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Surabaya

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0