Tak Pernah Dikunjungi, Napi Lapas Gunung Sugih Dimutasi

Gunung Sugih, INFO_PAS - Menjalani pidana hilang kemerdekaan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) ditambah lagi keberadaan keluarga yang jauh dan tidak pernah dikunjungi bisa membuat narapidana berusaha untuk melarikan diri sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban lapas. Untuk itu, Lapas Gunung Sugih menerapkan "Anjau Silau", yaitu dialog dengan menyambangi kamar hunian untuk menampung keluhan para penghuni. Seperi dikatakan Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani, Senin (19/11) salah satu keinginan narapidana adalah menjalani pidana dekat dengan keluarga. “Pagi ini saya memindahkan dua narapidana ke Rumah Tahanan Negara Kotabumi,” tuturnya. Penggagas budidaya ternak kambing dalam lapas ini menyampaikan bahwa penempatan narapidana sesuai domisilinya akan memperbanyak intensitas pertemuan dengan keluarga sehingga emosional dan perilaku lebih terkendali. "Dengan yang bersangkutan menjalani pidana dan ditempatkan mendekati keluarganya, maka akan lebih serin

Tak Pernah Dikunjungi, Napi Lapas Gunung Sugih Dimutasi
Gunung Sugih, INFO_PAS - Menjalani pidana hilang kemerdekaan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) ditambah lagi keberadaan keluarga yang jauh dan tidak pernah dikunjungi bisa membuat narapidana berusaha untuk melarikan diri sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban lapas. Untuk itu, Lapas Gunung Sugih menerapkan "Anjau Silau", yaitu dialog dengan menyambangi kamar hunian untuk menampung keluhan para penghuni. Seperi dikatakan Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani, Senin (19/11) salah satu keinginan narapidana adalah menjalani pidana dekat dengan keluarga. “Pagi ini saya memindahkan dua narapidana ke Rumah Tahanan Negara Kotabumi,” tuturnya. Penggagas budidaya ternak kambing dalam lapas ini menyampaikan bahwa penempatan narapidana sesuai domisilinya akan memperbanyak intensitas pertemuan dengan keluarga sehingga emosional dan perilaku lebih terkendali. "Dengan yang bersangkutan menjalani pidana dan ditempatkan mendekati keluarganya, maka akan lebih sering dikunjungi,” tambah Syarpani. Ia pun berharap narapidana yang bersangkutan lebih termotivasi menyadari kesalahan, dapat kembali ke lingkungan masyarakat, dan setelah bebas dapat menjadi bagian keluarga yang bermanfaat.     Kontributor: Hendra

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0