Tancap Tiang Pertama Griya Abhipraya Bapas Pontianak, Kanwil Ditjenpas Kalbar Dukung Reintegrasi Klien
Pontianak, INFO_PAS - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat (Kalbar), Jayanta, lakukan penancapan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya (rumah singgah) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pontianak, Selasa (10/2). Langkah ini menjadi wujud dukungan Kanwil Ditjenpas Kalbar terhadap pembimbingan dan reintegrasi Klien Pemasyarakatan sekaligus mendorong kemandirian pangan melalui program produktif.
Jayanta menegaskan bahwa Griya Abhipraya merupakan sarana strategis untuk mendukung implementasi KUHP baru, khususnya pidana kerja sosial.
“Griya Abhipraya menjadi pusat pembimbingan, pemantauan, dan reintegrasi bagi pelaku pidana kerja sosial, termasuk pendampingan keterampilan agar mereka siap kembali ke masyarakat. Tempat ini harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik bagi Klien Pemasyarakatan,” ujar Jayanta.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Kalbar, Japaham Sinaga; Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Pontianak; Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak; Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri; camat setempat; serta unsur terkait lainnya, menegaskan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program.
Pembangunan Griya Abhipraya merupakan bagian dari dukungan Kanwil Ditjenpas Kalbar terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin 8 tentang kemandirian pangan melalui pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan.
Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi empat unit kandang ayam berbasis metode close house rak koloni, yang dinilai lebih modern dan efektif karena mempercepat siklus panen ayam pedaging dibandingkan sistem open house.
Kepala Bapas Pontianak, Syech Walid S., menyampaikan bahwa keberadaan Griya Abhipraya tidak lepas dari dukungan masyarakat melalui Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmaslipas).
“Griya Abhipraya ini merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat. Nanti, Klien Pemasyarakatan akan dilibatkan langsung dalam kegiatan peternakan ayam, pertanian, dan kegiatan produktif lainnya,” ujarnya.
Syech Walid menambahkan, peran Bapas semakin strategis seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, di mana Bapas memiliki fungsi penting dalam pembimbingan Warga Binaan yang telah menjalani proses integrasi serta keterlibatan masyarakat melalui Pokmaslipas.
Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan kampus sekaligus masyarakat sekitar.
Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, Salahudin, menambahkan bahwa pembangunan empat unit kandang ayam telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak pada 19 Desember lalu.
“Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Usai penancapan tiang pertama, Jayanta meninjau lokasi pembangunan kandang ayam yang saat ini masih dalam proses, untuk memastikan kesiapan sarana pendukung program kemandirian pangan. (afn)
Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Kalbar
What's Your Reaction?


