Tes Urine Acak, Lapas Wahai Perkuat Pembinaan dan Zero Halinar

Tes Urine Acak, Lapas Wahai Perkuat Pembinaan dan Zero Halinar

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar tes urine acak terhadap empat Warga Binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan penguatan program Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar), Selasa (28/7). Seluruh sampel yang diperiksa tunjukkan hasil negatif narkoba.

Pemeriksaan yang berlangsung di Klinik Lapas Wahai dilakukan oleh petugas medis sesuai standar operasional prosedur (SOP). Tes urine menyasar empat Warga Binaan yang dipilih secara acak untuk pastikan lingkungan pembinaan tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Petugas medis Lapas Wahai, Fajar, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.

"Hari ini kami melakukan tes urine kepada empat orang Warga Binaan secara acak. Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat (rapid test), seluruh sampel menunjukkan hasil negatif narkoba. Ini membuktikan bahwa Warga Binaan dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh zat terlarang," ujarnya.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi, menegaskan tes urine berkala menjadi bagian dari evaluasi pembinaan sekaligus langkah menjaga lingkungan Lapas tetap kondusif.

"Pembinaan yang efektif hanya dapat terwujud jika didukung lingkungan yang sehat dan aman. Tes urine berkala menjadi salah satu upaya kami memastikan Warga Binaan menjalani proses pembinaan dengan baik serta menjauhi penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Salah seorang Warga Binaan, JP, mengaku mendukung pelaksanaan tes urine secara berkala karena menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung proses pembinaan.

"Kami mendukung kegiatan ini karena menjadi bukti bahwa kami ingin benar-benar berubah. Lingkungan yang bebas narkoba membuat kami lebih fokus mengikuti pembinaan," ungkapnya.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat deteksi dini sebagai bagian dari implementasi Zero Halinar.

"Upaya pembinaan akan berjalan optimal apabila didukung lingkungan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba. Karena itu, tes urine akan terus kami laksanakan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas," tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi konsistensi Lapas Wahai dalam menjaga lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

"Saya mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan jajaran Lapas Wahai. Komitmen menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba harus terus dijaga sebagai bagian dari penguatan integritas dan keamanan penyelenggaraan Pemasyarakatan," tegasnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0