Tindak Lanjut PKS, Lapas Namlea dan Kemenag Buru Mulai Jalankan Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Namlea, INFO_PAS – Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru mulai dijalankan dengan mendatangkan Penyuluh Agama Kristen dan memberikan bimbingan rohani kepada Warga Binaan di Gereja Getsemani, Kamis (28/8). Sebagaimana PKS yang ditandatangani secara sah oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, dan Kepala Kemenag Buru, La Fata, pada Rabu (27/8) lalu, Kemenag Buru menghadirkan penyuluh agama setiap Kamis dan Jumat pada sesi pembinaan kepribadian.
“Hari ini adalah hari pertama implementasi kerja sama kami pada sesi bimbingan rohani untuk Warga Binaan Kristen,” ujar Marasabessy.
Ia menambahkan PKS yang akan berlaku selama tiga tahun itu akan menitikberatkan pada peningkatan kualitas keimanan serta mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual Warga Binaan. “Sesuai tujuan Pemasyarakatan dalam undang-undangnya, pembinaan dilakukan agar Warga Binaan menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian sehingga ketika bebas mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat. Hal ini inilah yang menjadi target kami dan Kemenag agar mereka lebih fokus mendekatkan diri dengan tuhan sehingga kesalahan yang mereka perbuat tidak lagi dilakukan di kemudian hari,” jelasnya.
Marasabessy menambahkan pembinaan kerohanian merupakan program inklusif bagi seluruh Warga Binaan dari berbagai latar belakang keyakinan, termasuk dua Warga Binaan beragama Hindu yang saat ini menjalani pidana di Lapas Namlea. “Ada dua orang dan kita sudah panggilkan langsung pada saat penandatanganan PKS kemarin. Karena tenaganya lengkap, rencananya Kemenag Buru juga akan mendatangkan Penyuluh Agama Hindu agar mereka juga mendapatkan bimbingan sama seperti Warga Binaan yang lain,” ujarnya.
Selaku Penyuluh Agama Kristen Kemenag Buru, Cecilia Komul mengatakan pada sesi bimbingan rohani kali ini, Warga Binaan diajarkan pendalaman Alkitab dan nyanyian-nyanyian rohani. “Kami memberikan pencerahan tentang pentingnya menggali firman tuhan dan menerapkannya dalam keseharian. Dengan begitu, Warga Binaan makin mantap memperdalam ajaran Kristen dan bertumbuh sebagai pribadi yang religius,” ujarnya. (IR)
Kontributor: Lapa Namlea
What's Your Reaction?






