Tingkatkan Solidaritas dan Antisipasi Bencana Alam, Lapas Wahai Gelar Yasinan dan Doa Bersama

Tingkatkan Solidaritas dan Antisipasi Bencana Alam, Lapas Wahai Gelar Yasinan dan Doa Bersama

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar doa bersama dan pembacaan Surat Yasin di Musala At-Taubah Lapas dalam suasana penuh keheningan, Kamis (27/11) malam. Kegiatan malam Jumat tersebut merupakan bagian dari pembinaan kerohanian dalam meningkatkan keimana sekaligus wujud ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar Lapas Wahai dijauhkan dari musibah bencana alam. Hal ini berkaca pada bencana banjir bandang yang menimpa beberapa jajaran Pemasyarakatan di wilayah Sumatra sebagai wujud solidaritas dari balik tembok Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan kegiatan ini penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan yang diharapkan berdampak pada ketenangan jiwa dan kesiapan mental dalam menghadapi potensi risiko bencana di wilayah Maluku. "Kita melihat dan turut berempati atas bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa daerah di Sumatra yang berdampak pada fasilitas Pemasyarakatan di sana. Hal ini menjadi wujud kepedulian kami terhadap saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah banjir. Dari Lapas Wahai, kami mengirimkan doa terbaik agar mereka diberi kekuatan, keselamatan, dan pemulihan yang cepat,” ujarnya.

Tersih berharap yasinan dan doa bersama itu tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual. Pihaknya juga memohon agar Lapas Wahai dan seluruh masyarakat sekitar  senantiasa dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari segala marabahaya, khususnya bencana alam.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, namun juga sebagai media pembinaan moral dan spiritual. “Pembinaan bukan hanya tentang pembekalan keterampilan, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan nilai kemanusiaan. Melalui yasinan dan doa bersama, Warga Binaan kami ajak untuk menumbuhkan empati, mendoakan korban banjir, dan meningkatkan kualitas spiritual di malam Jumat yang penuh keberkahan,” ungkapnya.

Para Warga Binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan ini khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Salah seorang perwakilan Warga Binaan, AG, mengungkapkan kegiatan semacam ini memberikan ketenangan batin di tengah masa pembinaan mereka. "Semoga kami semua senantiasa diberikan perlindungan dari Allah Swt. termasuk keluarga dan sanak saudara kami di luar sana yang saat ini terpisah dengan kami," harapnya.

Selain upaya spiritual, Lapas Wahai juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat dan aparat keamanan terkait untuk melakukan mitigasi bencana secara fisik dan procedural. Hal ini untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif dalam kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Lapas Wahai. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan nilai kemanusiaan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami mengapresiasi Lapas Wahai yang telah menginisiasi kegiatan spiritual ini. Doa bersama Warga Binaan merupakan bentuk solidaritas yang sangat berarti bagi korban bencana di Pulau Sumatra. Semoga kegiatan seperti ini terus memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian di lingkungan Pemasyarakatan,” harap Ricky.

Ricky menambahkan kegiatan spiritual semacam ini merupakan komponen penting dari mitigasi bencana secara menyeluruh di lingkungan Pemasyarakatan. "Selain kesiapsiagaan fisik seperti pelatihan penyelamatan dan perbaikan infrastruktur, penguatan mental dan spiritual melalui doa bersama sangat esensial," lanjutnya.

Ia juga berharap bencana alam di Sumatra menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan di Maluku yang juga merupakan daerah rawan bencana untuk terus meningkatkan kewaspadaan. "Kami menekankan pentingnya kedisiplinan dan attitude dalam bekerja dan beribadah agar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Maluku menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi petugas dan Warga Binaan," tutup Ricky.

Yasinan dan doa bersama ini menjadi pengingat bahwa kepedulian untuk menjadi perekat kemanusiaan di tengah musibah tidak mengenal batas tempat. Kegiatan tersebut sekaligus juga menjadi pengingat kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan, baik secara fisik maupun mental-spiritual, dalam menghadapi ketidakpastian alam yang diharapkan diridai Allah SWT untuk diberi ampunan, keteguhan hati, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar Pemasyarakatan di Maluku. (IR)

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0