Tingkatkan Keterampilan Warga Binaan, Lapas Perempuan Ambon Siapkan Budidaya Hidroponik Pakcoy
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon melalui Kelompok Tani Warga Binaan laksanakan persiapan budidaya hidroponik tanaman sawi pakcoy, Rabu (22/7). Kegiatan tersebut merupakan pembinaan keterampilan di bidang pertanian modern yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan kemampuan produktif sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Kegiatan didampingi oleh staf pembinaan, Claudia Salhuteru, yang memberikan arahan dan pendampingan teknis kepada Warga Binaan selama proses persiapan. Pendampingan dilakukan mulai dari penataan instalasi hidroponik, pemeriksaan kelayakan peralatan, pembersihan area tanam, penyiapan media tanam, hingga memastikan seluruh sarana pendukung siap digunakan sebelum proses penyemaian benih dilakukan.
Claudia menjelaskan tahap persiapan merupakan fondasi utama dalam keberhasilan budidaya hidroponik. Oleh karena itu, setiap proses dilakukan secara cermat agar tanaman tumbuh dengan baik hingga masa panen.
"Kami mendampingi Warga Binaan mulai dari tahap persiapan instalasi, penyiapan media tanam, hingga nantinya proses penyemaian, perawatan, dan panen. Melalui kegiatan ini, mereka belajar keberhasilan sebuah usaha bergantung pada ketelitian, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh menjadi bekal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja setelah kembali ke masyarakat," ujar Claudia.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan dilibatkan secara aktif pada setiap tahapan pekerjaan. Mereka belajar memahami cara kerja sistem hidroponik, mengenal fungsi setiap peralatan, serta mempraktikkan teknik persiapan budidaya sesuai prosedur. Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dilatih untuk bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab.
Antusiasme Warga Binaan dalam mengikuti program Kelompok Tani juga terus meningkat. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi, aktif bertanya, dan saling bekerja sama dalam menyelesaikan setiap tahapan persiapan budidaya. Hal tersebut menjadi indikator positif program pembinaan membangun motivasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri Warga Binaan.
Salah seorang Warga Binaan yang tergabung dalam Kelompok Tani berinisial J.J. bersyukur mengikuti program pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan budidaya hidroponik memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.
"Saya belajar banyak hal, mulai dari cara menyiapkan instalasi hidroponik, merawat tanaman, hingga bekerja sama dengan teman-teman. Kegiatan ini membuat saya lebih percaya diri karena memiliki keterampilan baru yang nantinya bisa saya manfaatkan setelah bebas. Saya berharap program seperti ini terus ada karena memberikan semangat kepada kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap J.J.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan salah satu program strategis Pemasyarakatan yang berfokus pada pengembangan potensi dan keterampilan Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat. "Program hidroponik ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian berkualitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan ketika kembali ke masyarakat. Kami berharap melalui kegiatan ini mereka makin percaya diri, produktif, serta memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri," harapnya.
Pembinaan yang diberikan tidak hanya menitikberatkan pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang membentuk karakter positif Warga Binaan. Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, ketekunan, dan kedisiplinan menjadi bagian penting yang terus ditanamkan melalui setiap kegiatan pembinaan.
Melalui program budidaya hidroponik sawi pakcoy ini, Lapas Perempuan Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh Warga Binaan selama mengikuti program ini menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha, serta mempersiapkan mereka kembali menjalankan fungsi sosial sebagai anggota masyarakat yang taat hukum, mandiri, dan produktif. (IR)
Kontibutor: LPP Ambon
What's Your Reaction?


