Tingkatkan Keterampilan Warga Binaan, Lapas Terbuka Kendal Kembangkan Olahan Telur Bebek dan Telur Puyuh
Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus kembangkan program pembinaan kemandirian melalui inovasi pengolahan hasil peternakan. Pada Senin (19/10), kegiatan difokuskan pada pembuatan telur asin dari telur bebek dan pengolahan telur puyuh menjadi produk pangan bernilai tambah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung bagi peserta magang yang turut terlibat dalam proses pengolahan.
Dalam kegiatan tersebut, 100 butir telur bebek disiapkan untuk diolah menjadi telur asin. Proses pembuatan diawali dengan pemilihan telur berkualitas, dilanjutkan dengan pembersihan cangkang dan proses pengasinan. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian serta penerapan kebersihan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan layak dikonsumsi.
Melalui praktik langsung ini, Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk memahami tahapan pengolahan bahan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketelitian yang diperlukan dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Ayom Kusumo selaku Staf Kegiatan Kerja menjelaskan pengolahan telur asin merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan dalam mengolah hasil peternakan. “Kami berharap Warga Binaan memahami proses pengolahan telur bebek dengan baik. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan usaha secara mandiri setelah menjalani masa pembinaan,” harapnya.
Selain pengolahan telur bebek, kegiatan ini juga mencakup inovasi pengolahan sebanyak 270 butir telur puyuh asin. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas variasi produk pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil peternakan yang dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan dan peserta magang turut mempelajari tahapan pengolahan, pemilihan bahan baku, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas produk. Keterlibatan peserta magang menjadi pembelajaran berbasis praktik yang memungkinkan mereka memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan hasil peternakan dan pelaksanaan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Yasinta, salah satu peserta magang, mengungkapkan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang bermanfaat, terutama dalam memahami proses pengolahan hasil peternakan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. “Kami belajar bahwa hasil peternakan tidak hanya dapat dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung mengenai proses produksi sekaligus pentingnya kreativitas dalam mengembangkan peluang usaha,” ujarnya.
Pengolahan telur bebek dan telur puyuh ini juga memperkenalkan pentingnya kebersihan, penyimpanan, pengemasan, dan pengelolaan bahan baku dalam menghasilkan produk pangan berkualitas. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi Warga Binaan untuk mengembangkan produk yang berpotensi dipasarkan sekaligus memberikan wawasan praktis bagi peserta magang mengenai penerapan keterampilan pengolahan pangan.
Melalui pengolahan 100 butir telur bebek menjadi telur asin dan inovasi pengolahan 270 butir telur puyuh asin, Lapas Terbuka Kendal terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif, kreatif, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan. Kegiatan ini diharapkan mendukung kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan bermanfaat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi peserta magang untuk memahami praktik pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Lapas Terbuka Kendal
What's Your Reaction?


