Transfer Knowledge, Warga Binaan Lapas Kelas Cipinang Operasikan Mesin CNC Secara Mandiri
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat pembinaan kemandirian berbasis teknologi dan produktivitas. Hasilnya, sejumlah Warga Binaan kini mampu mengoperasikan mesin Computer Numerical Control (CNC) CO2 secara mandiri sebagai pengembangan keterampilan industri modern di Bengkel Kerja Lapas Kelas I Cipinang.
Kemampuan tersebut merupakan keberlanjutan dari program pembinaan dan transfer knowledge yang telah berjalan sejak tahun 2023–2024 melalui kolaborasi bersama BUMN Pelita Warna Peduli dan dukungan sarana produksi dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Dukungan mesin CNC CO2 yang sebelumnya diberikan kini terus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produksi karya kriya Warga Binaan.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menyampaikan pesan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, bahwa pembinaan harus mampu menghasilkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia industri dan dunia kerja. Pembinaan berbasis teknologi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hasil karya sekaligus daya saing produk Warga Binaan.
“Pak Kalapas menekankan pembinaan tidak boleh berhenti pada pelatihan dasar. Warga Binaan harus memiliki kemampuan yang benar-benar aplikatif dan bernilai guna ketika kembali ke masyarakat. Penguasaan teknologi, seperti CNC menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan kesiapan kerja mereka,” terang Lis, Kamis (7/5).
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Gugi Triaji, menjelaskan pemanfaatan mesin CNC CO2 menjadi modernisasi program pembinaan kerja di Lapas Kelas I Cipinang. “Mesin CNC CO2 bekerja menggunakan sistem komputer dan sinar laser untuk memotong maupun mengukir bahan dengan tingkat presisi yang tinggi. Warga Binaan belajar mulai dari membuat desain digital, mengatur pola potong, hingga proses produksi berbagai produk kriya, seperti plakat, hiasan, hingga kerajinan berbahan akrilik dan kayu. Keterampilan ini penting karena selaras dengan kebutuhan industri kreatif dan dunia usaha saat ini,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial MF yang kini mampu mengoperasikan mesin CNC CO2 bangga dapat mempelajari teknologi yang sebelumnya belum pernah ia kenal. “Awalnya kami belajar membuat desain di komputer, lalu mengatur ukuran dan pola sebelum mesin dijalankan. Setelah itu, mesin akan memotong atau mengukir bahan secara otomatis dengan hasil yang rapi dan detail. Kami merasa lebih percaya diri karena mendapatkan kesempatan belajar teknologi modern yang bisa menjadi bekal kerja setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui pembinaan berbasis teknologi yang berkelanjutan, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program kemandirian yang produktif, adaptif, dan berorientasi masa depan. Langkah ini menjadi implementasi Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dalam membentuk Warga Binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


