Vihara Ariyasacca Lapas Cipinang Perkuat Pembinaan Rohani lewat Sharing Dharma
Jakarta, INFO_PAS – Sharing Dharma menjadi ruang refleksi spiritual yang rutin dihadirkan bagi Warga Binaan di Vihara Ariyasacca Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang. Kegiatan ini dirancang sebagai pembinaan rohani yang menekankan ketenangan batin, kesadaran diri, dan pemahaman nilai-nilai kebajikan sebagai bekal perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pembinaan rohani melalui Sharing Dharma merupakan elemen penting dalam pendekatan Pemasyarakatan yang menyeluruh dan berorientasi pada pemulihan. “Pembinaan rohani memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menenangkan pikiran, menumbuhkan disiplin diri, dan memperkuat kebersamaan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam mendukung proses perubahan perilaku selama menjalani pembinaan,” ujarnya.
Sharing Dharma dilaksanakan secara berkala bersama rangkaian kegiatan keagamaan Buddha lainnya, seperti meditasi dan chanting. Seluruh kegiatan berlangsung setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–11.00 WIB dan 13.30–15.30 WIB, menciptakan suasana vihara yang tenang dan kondusif bagi proses pembinaan spiritual.
Pada Selasa (13/1), kegiatan diawali dengan doa bersama dan meditasi singkat, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan ajaran Sang Buddha yang disampaikan secara sederhana dan aplikatif. Romo Tjan Sie Tek dari Yayasan MAGABUDHI memandu kegiatan tersebut sehingga Warga Binaan memahami nilai-nilai Dharma secara lebih mendalam dan relevan dengan proses pembinaan yang mereka jalani.
Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menyampaikan kegiatan spiritual di Vihara Ariyasacca dirancang sebagai pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan kedisiplinan, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual. “Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang utuh. Melalui kegiatan rohani, Warga Binaan diharapkan menjalani masa pidana dengan lebih bermakna dan memiliki kesiapan mental untuk kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan langsung oleh Warga Binaan. RDI, salah satu peserta Sharing Dharma, mengaku kegiatan ini membantunya menemukan ketenangan dan sudut pandang baru dalam menjalani masa pembinaan. “Sharing Dharma membuat saya lebih tenang dan melihat diri sendiri dengan lebih jernih. Dari sini saya belajar mengendalikan pikiran dan emosi, serta lebih siap memperbaiki diri,” ungkapnya.
Melalui Sharing Dharma, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, menenangkan, dan berorientasi pada pemulihan batin. Upaya ini menjadi Kerja Nyata Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam menghadirkan Pelayanan PRIMA—Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel—sebagai fondasi pembinaan yang bermakna, membangun kesadaran diri, dan mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


