Warga Binaan Kenali Keragaman, Pahami Hak, dan Asah Kemampuan Menulis di PKBM Azzahra Lapas Banjarmasin

Warga Binaan Kenali Keragaman, Pahami Hak, dan Asah Kemampuan Menulis di PKBM Azzahra Lapas Banjarmasin

Banjarmasin, INFO_PAS – Kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra, Lapas Banjarmasin selenggarakan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C sebagai upaya memenuhi hak pendidikan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Warga Binaan.

Pada Sabtu (31/10), pembelajaran berlangsung dengan materi berbeda sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Pada Paket A, peserta mengikuti mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bersama tutor Riska Anwar Yulianti dengan materi keragaman sosial dan budaya di Indonesia. Pembelajaran mengajak peserta mengenal keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan pentingnya menghargai perbedaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, peserta Paket B mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) bersama tutor Ratna Sari Dewi. Materi yang disampaikan mengenai hak dan kewajiban warga negara, termasuk pentingnya menjalankan tanggung jawab dan menghormati hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun pada jenjang Paket C, pembelajaran Bahasa Indonesia dipandu oleh tutor Lisa Andriyani dengan materi teks eksplanasi. Peserta mempelajari pengertian, struktur, serta ciri kebahasaan teks eksplanasi untuk mengembangkan kemampuan memahami informasi dan menyusun penjelasan secara runtut dan logis.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari menyampaikan kerja sama dengan PKBM Azzahra merupakan komitmen Lapas Banjarmasin dalam memberikan akses pendidikan bagi Warga Binaan. Pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan untuk terus belajar tanpa terhalang kondisi dan keterbatasan selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui program Paket A, B, dan C, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai jenjang masing-masing. Kami berharap materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran, keterampilan, dan kepercayaan diri sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” harap Ansyari.

Komitmen tersebut juga mendapat dukungan dari PKBM Azzahra sebagai mitra penyelenggara pendidikan. Perwakilan PKBM Azzahra, Rachmi Utari, menyampaikan pihaknya akan terus mendukung keberlangsungan pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan di Lapas Banjarmasin.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pendidikan kesetaraan di Lapas Banjarmasin melalui pendampingan pembelajaran Paket A, Paket B, dan Paket C. Kami berharap kesempatan belajar ini dimanfaatkan dengan baik oleh Warga Binaan sehingga mereka tetap  memperoleh pendidikan, menambah pengetahuan, dan meraih ijazah sesuai jenjang yang ditempuh sebagai bekal untuk masa depan,” ungkap Rachmi.

Antusiasme mengikuti pembelajaran juga dirasakan oleh para peserta. Salah satu Warga Binaan Paket A berinisial And mendapatkan pengetahuan baru tentang keberagaman di Indonesia. “Senang bisa belajar lagi. Tadi kami belajar tentang macam-macam suku, bahasa, dan budaya di Indonesia. Ternyata, banyak sekali perbedaannya. Saya jadi tahu kalau kita harus saling menghargai, meskipun berasal dari daerah yang berbeda,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Rd, peserta Paket B, yang lebih memahami hubungan antara hak dan kewajiban setelah mengikuti pembelajaran PPKn. “Selama ini saya tahu setiap orang punya hak, tapi ternyata ada kewajiban yang harus dijalankan juga. Jadi, tidak bisa hanya menuntut hak sendiri, kita juga harus menghargai hak orang lain dan menjalankan tanggung jawab kita,” tuturnya.

Sementara itu, Rz, peserta Paket C, merasa pembelajaran Bahasa Indonesia memberinya pemahaman baru tentang cara menyusun tulisan. “Ternyata membuat tulisan itu ada susunannya. Tadi kami belajar bagaimana menjelaskan sesuatu supaya orang yang membaca bisa mengerti. Awalnya saya kira menulis itu tinggal menuangkan apa yang ada di pikiran, ternyata ada cara dan aturannya juga,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pemenuhan hak pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan pembinaan. Kerja sama dengan PKBM Azzahra diharapkan memastikan Warga Binaan tetap memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Kami ingin Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan, meskipun sedang menjalani masa pembinaan. Melalui kerja sama ini, mereka melanjutkan pendidikan sesuai jenjangnya, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan yang lebih baik,” ujar Akhmad.

Pendidikan kesetaraan melalui PKBM Azzahra menjadi salah satu wujud sinergi Lapas Banjarmasin dalam mendukung keberlanjutan pendidikan. Melalui kesempatan belajar tersebut, Warga Binaan diharapkan terus meningkatkan kualitas diri dan memiliki bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0