Warga Binaan Kristiani di Lapas Banjarmasin Dapat Pelayanan Rohani dari Gereja Bethel Indonesia House of Restoration
Banjarmasin, INFO_PAS – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin saat pelayanan rohani dari Gereja Bethel Indonesia House of Restoration dilaksanakan bagi Warga Binaan Kristiani, Kamis (26/2). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Warga Binaan Kristiani dan Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin.
Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan khutbah. Ibadah tersebut juga mengangkat tema dari Kitab Perjanjian Lama, Kitab Ester: “Ketika Seolah-Olah Tuhan Diam”,
Pembina Gereja Oikumene, Erik Simanjuntak, menegaskan makna penguatan tersebut dengan mengutip firman dari Surat Paulus kepada Jemaat di Roma 8:28: “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Amin,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ev. dr. Evelyn Irawaty menegaskan dalam kisah Ester, nama tuhan memang tidak disebutkan secara eksplisit, namun penyertaan-Nya nyata dalam setiap proses. Ia mengajak jemaat untuk menyadari diamnya tuhan bukan berarti ketiadaan-Nya, melainkan cara-Nya membentuk iman agar makin dewasa dan kuat.
“Ketika tuhan terasa diam, itu bukan tanda Dia meninggalkan kita. Justru di masa sunyi itulah tuhan sedang menyusun rencana yang lebih besar dari yang bisa kita pahami. Tugas kita bukan mengerti semuanya, tetapi tetap percaya,” pesan Evelyn.
Ia juga mengingatkan setiap orang memiliki waktu Ester dalam hidupnya—momen penentuan yang mungkin terasa berat, tetapi di situlah keberanian dan ketaatan diuji. "Jangan mundur hanya karena situasi terlihat gelap. Tuhan bekerja dalam detail, bahkan melalui hal-hal yang tampak kebetulan," tambah Evelyn.
Salah satu Warga Binaan, Fery, menyampaikan kesaksiannya dengan penuh keyakinan. “Saya percaya kepada tuhan walau tidak melihat karena Dia menuntun, menolong, menopang, dan menyertai hidup saya,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting dalam proses perubahan diri Warga Binaan. “Kegiatan ibadah seperti ini adalah pembinaan kepribadian yang kami dukung penuh. Kami berharap melalui penguatan iman, Warga Binaan memiliki ketenangan batin, harapan, dan semangat untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik,” harapnya.
Melalui kegiatan ini, pembinaan kerohanian di Lapas Banjarmasin terus berjalan konsisten sebagai pembentukan karakter dan penguatan mental spiritual Warga Binaan. Di balik keterbatasan ruang, harapan tetap menyala. Saat tuhan terasa diam, iman tidak berhenti—ia bertahan, bertumbuh, dan percaya sampai waktunya dinyatakan. (IR)
Kontirbutor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


