Warga Binaan Lapas Atambua Konsisten Asah Skill di Unit Barbershop

Warga Binaan Lapas Atambua Konsisten Asah Skill di Unit Barbershop

Atambua, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus tunjukkan keberlanjutan positif. Salah salah upaya tersebut diwujudkan Lapas Atambua lewat unit usaha barbershop di area bengkel kerja yang konsisten dikelola langsung oleh Warga Binaan.

Pada Senin (22/6), Warga Binaan memadati ruang bengkel kerja dengan penuh semangat sebagai sarana belajar keterampilan sekaligus pembiasaan kerja produktif selama mereka menjalani masa pidana. Hari ini, fokus kegiatan mereka adalah memantapkan kemampuan teknis memangkas rambut, mulai dari mahir menggunakan alat cukur modern, menerapkan standar kebersihan, hingga memberikan pelayanan prima yang ramah kepada pelanggan.

Aktivitas di bengkel kerja ini berjalan dengan tertib dan menerapkan pengawasan ketat. Setiap harinya, operasional barbershop dipantau langsung oleh petugas Lapas Atambua, Andika Mitang. Menurutnya, antusiasme Warga Binaan sangat tinggi, dan proses belajar menunjukkan perkembangan signifikan.

"Kegiatan ini diawasi secara melekat untuk memastikan aspek keamanan dan kenyamanan. Saya melihat kedisiplinan dan rasa tanggung jawab mereka meningkat pesat saat melayani pelanggan. Menariknya, jasa pangkas rambut ini dipatok dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 per kepala," jelas Andika.

Manfaat besar dari program ini pun dirasakan langsung oleh Warga Binaan yang mengikuti pembinaan tersebut. Mereka bersyukur mendapatkan kesempatan berharga untuk mengubah arah hidup menjadi lebih produktif. 

"Sekarang saya sudah mahir memegang mesin cukur dan tahu berbagai model rambut. Pelatihan ini memberi saya harapan baru. Nanti kalau sudah bebas, saya berencana membuka usaha pangkas rambut sendiri di kampung halaman," ungkap salah satu Warga Binaan, Dedy Bahan.

Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mempersiapkan Warga Binaan agar siap berintegrasi kembali ke masyarakat. "Kami ingin memastikan setelah bebas nanti, mereka memiliki modal keterampilan nyata untuk membuka usaha mandiri. Barbershop ini bukan sekadar tempat potong rambut, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan etos kerja baru bagi mereka," ujarnya.

Langkah konsisten ini berjalan selaras dengan implementasi Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mengoptimalkan pemberdayaan dan fungsi reintegrasi sosial Warga Binaan ke tengah masyarakat. Melalui kehadiran barbershop ini, Lapas Atambua membuktikan jeruji besi bukan pembatas untuk berkarya, melainkan tempat penempaan diri menuju masa depan yang lebih baik. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0