Warga Binaan Lapas Atambua Panen 250 Kg Sawi, Bukti Sukses Pembinaan Kemandirian

Warga Binaan Lapas Atambua Panen 250 Kg Sawi, Bukti Sukses Pembinaan Kemandirian

Atambua, INFO_PAS – Keberhasilan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali diukir dengan panen 250 kilogram sawi, Sabtu (3/1). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Sistem Pemasyarakatan saat ini telah bertransformasi dari tempat penghukuman menjadi tempat pelatihan yang produktif bagi Warga Binaan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan Warga Binaan dengan tekun mengikuti proses pembinaan. Empat Warga Binaan ulet dan tekun membudidayakan sawi yang dikembangkan kurang lebih selama satu bulan. Dalam proses tersebut, tentunya banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya kondisi cuaca yang panas dan air yang kurang, namun dengan sistem drainase yang baik tantangan itu dapat dilalui.

“Kami selalu memberikan mereka semangat bahwa mengelola tanaman membutuhkan ketelatenan dan kesabaran,” jelas Andra.

Salah seorang Warga Binaan, Matias, sangat bersyukur atas program ini. "Proses budidaya sawi membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Ini mengajarkan kami lebih disiplin dan menghargai proses. Di sini saya belajar bahwa tanah bisa memberi kehidupan jika kita mau mengusahakannya. Panen ini membuat saya merasa berguna lagi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menyebut panen tersebut merupakan implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga pusat pelatihan dan pembinaan yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan dampak positif, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat sekitar.

“Hasil panen tersebut akan dijual ke pasar lokal dan masyarakat sekitar sebagai bukti bahwa di balik tembok Lapas ada proses pembinaan, pemberdayaan, dan harapan yang terus tumbuh. Ini adalah bukti nyata bahwa Lapas bisa menjadi tempat produktif dan bermanfaat,” tegas Bambang.

Keberhasilan panen 250 kg sawi ini menjadi pemacu semangat bagi Lapas Atambua untuk terus mengembangkan jenis komoditas lain. Ke depannya, pihak Lapas berencana mengembangkan budidaya cabai, tomat, dan sayuran hidroponik untuk memaksimalkan lahan yang ada.

Melalui keberhasilan ini, Lapas Atambua berharap masyarakat mengubah mindset negatif terhadap Warga Binaan, namun melihat mereka sebagai individu yang sedang berproses menjadi pribadi baru yang siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keahlian mumpuni. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0