Warga Binaan Lapas Bandanaira Budidayakan Tanaman Hidroponik

Warga Binaan Lapas Bandanaira Budidayakan Tanaman Hidroponik

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus optimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan budidaya kangkung, sawi, dan selada dengan metode hidroponik. Program ini merupakan komitmen dalam menghadirkan pembinaan produktif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan Warga Binaan, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan di lingkungan Lapas.

Pengembangan budidaya kangkung, sawi, dan selada secara hidroponik dilakukan sebagai solusi alternatif dalam mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Metode ini dipilih karena tidak bergantung pada media tanah sehingga proses budidaya dikelola dengan lebih terkontrol dan efisien. Selain itu, sistem hidroponik memungkinkan pemanfaatan lahan terbatas secara optimal sehingga tetap menghasilkan tanaman yang produktif, berkualitas, dan bernilai ekonomis.

Budidaya hidroponik ini dilaksanakan di bawah koordinasi subseksi pembinaan dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Mulai dari proses penyemaian benih, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen dilakukan secara langsung oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas pembinaaan. 

Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan program ini tidak hanya difokuskan pada hasil produksi pertanian, tetapi juga sarana pembelajaran keterampilan pertanian modern bagi Warga Binaan.  "Kami mendorong Warga Binaan untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh. Dengan keterlibatan langsung pada setiap tahapan kegiatan, mereka diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan, khususnya dalam mengembangkan usaha pertanian skala kecil," harapnya, Sabtu (20/6).

‎Salah satu Warga Binaan, Adi, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui program budidaya hidroponik yang dijalankan di Lapas. "Kami belajar banyak hal tentang cara menanam dengan sistem hidroponik, mulai dari penyemaian, pengaturan nutrisi, hingga perawatannya. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami karena metode hidroponik bisa dilakukan meskipun dengan lahan terbatas. Harapannya, nanti bisa kami terapkan setelah bebas," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan inovasi budidaya hidroponik merupakan langkah strategis untuk memastikan pembinaan kemandirian tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada kondisi keterbatasan lahan. ‎"Budidaya hidroponik ini kami kembangkan sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan yang terbatas. Selain mendukung ketahanan pangan, juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan bermanfaat bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah mereka kembali ke masyarakat," tegasnya. 

‎Melalui pengembangan budidaya tanaman hidroponik ini, Lapas Bandanaira kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pembinaan adaptif, produktif, dan berdampak nyata. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di lingkungan Lapas serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang lebih mandiri dan berdaya guna. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Bandanaira
 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0