Warga Binaan Lapas Banjarmasin Perdalam Tata Cara Ibadah Umrah bersama Kemenag Kota Banjarmasin

Warga Binaan Lapas Banjarmasin Perdalam Tata Cara Ibadah Umrah bersama Kemenag Kota Banjarmasin

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus tingkatkan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan melalui pembelajaran manasik umrah yang membahas tata cara pelaksanaan ibadah umrah sesuai syariat Islam bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin, Kamis (30/7). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baabut Taqwa tersebut diikuti dengan khidmat oleh Warga Binaan sebagai program pembinaan kepribadian di bidang keagamaan.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam membentuk karakter Warga Binaan agar memiliki bekal spiritual yang kuat selama menjalani pembinaan. "Kami terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kemenag Kota Banjarmasin. Kami berharap ilmu yang diperoleh Warga Binaan memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," harapnya.

Senada, Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menyampaikan pembinaan keagamaan merupakan program yang secara rutin diberikan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman agama Warga Binaan. "Kami berharap setiap materi yang disampaikan menjadi bekal bagi Warga Binaan,. Tidak hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ustaz H. Rahmana dari Kemenag Kota Banjarmasin menyampaikan materi mengenai syarat, rukun, wajib, dan sunnah umrah sebagai bekal pemahaman ibadah bagi Warga Binaan. Dalam penyampaiannya, dijelaskan  syarat dan rukun merupakan unsur yang harus dipenuhi agar ibadah umrah sah, sedangkan wajib umrah tetap harus dilaksanakan karena apabila ditinggalkan diwajibkan membayar dam. Adapun amalan sunnah menjadi penyempurna ibadah yang bernilai pahala tanpa memengaruhi keabsahan umrah.

"Memahami tata cara ibadah merupakan ikhtiar menjadi seorang Muslim yang lebih baik. Saya berharap ilmu yang dipelajari hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam beribadah dan mendorong Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri. Semoga Allah Swt. memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menunaikan ibadah umrah maupun ibadah lainnya di masa yang akan datang," ujar Ustaz Rahmana.

Selama kegiatan berlangsung, Warga Binaan mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian. Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif turut memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial IN memperoleh wawasan baru setelah mengikuti pembelajaran tersebut. "Alhamdulillah, saya jadi lebih memahami perbedaan syarat, rukun, wajib, dan sunnah umrah. Semoga ilmu ini menjadi bekal bagi saya dan suatu saat Allah memberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah," ungkapnya.

Pembelajaran manasik umrah ini merupakan wujud sinergi antara Lapas Banjarmasin dengan Kemenag Kota Banjarmasin dalam memperkuat program pembinaan kepribadian. Melalui sinergi yang terus terjalin, Lapas Banjarmasin berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan berkelanjutan sebagai upaya membentuk Warga Binaan beriman, berakhlak mulia, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0