Warga Binaan Lapas Banjarmasin Praktik Perbaikan dan Pengecatan Motor
Banjarmasin, INFO_PAS – Dua Warga Binaan, J dan D, kerjakan perbaikan dan pengecatan sebuah motor matic di Workshop Giatja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Selasa (1/9). Motor tersebut merupakan kendaraan milik salah satu petugas yang dipercayakan untuk diperbaiki melalui Workshop Giatja.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pengamplasan bodi motor untuk menghaluskan dan meratakan permukaan sebelum memasuki tahap pengecatan.
Selain bodi, J dan D juga mengecat velg motor. Setiap tahapan dikerjakan secara cermat agar permukaan siap untuk proses berikutnya dan hasilkan pengecatan yang rapi.
Bagi J, pengerjaan motor tersebut jadi kesempatan untuk mengasah keterampilan melalui praktik kerja secara langsung. Ia mengatakan setiap tahapan perlu dikerjakan secara teliti agar hasilnya sesuai harapan.
“Dalam pengerjaan seperti ini harus teliti, terutama saat mengamplas bodi dan mengecat. Kami masih dalam proses dan berusaha mengerjakannya sebaik mungkin agar hasilnya nanti rapi,” ujar J.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan kembangkan keterampilan melalui pekerjaan nyata. Pesanan perbaikan dari petugas juga memberi pengalaman dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai kebutuhan pengguna jasa.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan praktik kerja secara langsung menjadi bagian penting dalam pengembangan keterampilan Warga Binaan.
“Melalui pekerjaan nyata seperti ini, Warga Binaan tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memahami bagaimana menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan dan kebutuhan. Ketelitian dan kualitas hasil pekerjaan menjadi bagian yang terus kami tekankan,” ujar Bagus.
Menurutnya, pengalaman mengerjakan pesanan juga jadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk membangun rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar keterampilan yang dimiliki Warga Binaan dapat jadi bekal untuk kembali produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami ingin keterampilan yang diperoleh Warga Binaan benar-benar dapat diterapkan dalam pekerjaan. Ketika mereka mampu mengerjakan pekerjaan secara bertanggung jawab dan menghasilkan kualitas yang baik, itu menjadi bagian dari bekal untuk kembali mandiri di masyarakat,” kata Akhmad. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


