Warga Binaan Lapas Batulicin Rajut Kemandirian lewat Keterampilan Menjahit

Warga Binaan Lapas Batulicin Rajut Kemandirian lewat Keterampilan Menjahit

Batulicin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus berkembang melalui layanan menjahit yang dikelola Warga Binaan. Selain menjadi sarana pembelajaran keterampilan, unit menjahit juga melayani berbagai kebutuhan jahit bagi petugas maupun Warga Binaan.

Lapas Batulicin kini menghadirkan ruang kerja yang lebih representatif sebagai tempat Warga Binaan mengembangkan kreativitas di bidang menjahit. Fasilitas tersebut diharapkan memberikan pengalaman kerja yang nyata sekaligus menjadi bekal keterampilan yang bernilai ketika Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.

Setiap hari, Warga Binaan yang bertugas sebagai penjahit mengerjakan berbagai pesanan dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab. Semangat untuk menghasilkan jahitan yang rapi, presisi, dan berkualitas menjadi prinsip utama dalam setiap proses pengerjaan.

Warga Binaan terus mengasah kemampuan mulai dari mengukur pola, memotong bahan, menjahit, hingga menyelesaikan hasil akhir dengan standar kualitas baik. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kedisiplinan, ketelitian, dan rasa percaya diri.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan layanan menjahit akan terus dikembangkan sebagai penguatan pembinaan kemandirian di Lapas Batulicin. Makin banyak program keterampilan yang dihadirkan, makin besar pula kesempatan Warga Binaan memperoleh bekal bermanfaat untuk masa depan.

"Kami ingin program pembinaan terus berkembang dan menghadirkan lebih banyak layanan keterampilan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan Warga Binaan. Dengan demikian, makin banyak pengalaman dan kemampuan yang dapat mereka miliki sebagai modal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujar Harry, Kamis (2/7).

Warga Binaan berinisial D bersyukur mendapatkan kesempatan belajar sekaligus bekerja di unit menjahit Lapas Batulicin. Tempat tersebut menjadi ruang untuk menimba pengalaman baru yang akan menjadi modal berharga ketika mengawali kehidupan setelah bebas nanti.

"Bagi saya, ruang menjahit ini seperti rumah sementara untuk terus belajar dan berkembang. Setiap jahitan yang kami hasilkan menjadi pengalaman baru yang memberikan kepercayaan diri sekaligus bekal keterampilan yang sangat berarti untuk masa depan," ungkap D.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan keterampilan harus memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun lingkungan Lapas. Ia berharap layanan menjahit terus dimanfaatkan sehingga Warga Binaan memiliki pakaian yang lebih rapi sekaligus makin banyak Warga Binaan yang memperoleh keterampilan produktif sebagai bekal hidup.

"Kami mendukung penuh pengembangan layanan menjahit sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Selain membantu memenuhi kebutuhan jahit di lingkungan Lapas agar Warga Binaan tampil lebih rapi, program ini juga diharapkan melahirkan keterampilan yang menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

Saat ini, unit menjahit Lapas Batulicin melayani berbagai kebutuhan, mulai dari permak celana, permak baju, potong celana, penggantian resleting, hingga pembuatan sarung kasur, bantal, dan guling. Seluruh layanan dikerjakan oleh tamping dengan tarif yang terjangkau serta tetap mengedepankan kualitas hasil jahitan yang rapi, presisi, dan memuaskan.

Melalui pengembangan layanan menjahit, Lapas Batulicin terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Program ini menjadi bukti proses Pemasyarakatan tidak hanya membina perilaku, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang siap diterapkan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri di masa depan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0