Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Berkarya lewat Produksi Teh Mint Laskarin

Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Berkarya lewat Produksi Teh Mint Laskarin

Karang Intan, INFO_PAS Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus asah keterampilan dan semangat berkarya melalui program pembinaan kemandirian, salah satunya produksi Teh Mint Laskarin di area Sarana Asimilasi dan Edukasi1. Sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan produktif, Warga Binaan lakukan berbagai tahapan penyelesaian produk, mulai dari menimbang teh celup, mengemas produk, hingga memasang label Teh Mint Laskarin sebelum dipasarkan.

Produksi Teh Mint Laskarin dilaksanakan dengan pendampingan dan pengawasan dari petugas staf seksi kegiatan kerja, Yudi Atmajaya. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan produksi berjalan sesuai standar kerja, mulai dari ketepatan takaran, kerapian kemasan, hingga menjaga kualitas produk agar memiliki nilai jual dan daya saing.

Dalam prosesnya, Warga Binaan melakukan penimbangan isi teh celup berdasarkan takaran yang telah ditentukan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi kualitas setiap kemasan produk. Setelah proses penimbangan selesai, Warga Binaan melanjutkan pengemasan teh secara rapi dan higienis, kemudian memasang label Teh Mint Laskarin sebagai identitas produk sebelum siap dipasarkan sebagai salah satu hasil karya pembinaan kemandirian Lapas Narkotika Karang Intan.

Warga Binaan tidak hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja yang melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengikuti alur produksi. Pembinaan kemandirian ini menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Yudi menyampaikan produksi Teh Mint Laskarin menjadi salah satu media pembelajaran bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membangun sikap profesional dalam menghasilkan produk berkualitas. "Warga Binaan belajar memahami proses kerja secara menyeluruh, mulai dari memastikan ketepatan takaran, menjaga kerapian pengemasan, hingga memperhatikan kualitas produk. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh menjadi bekal positif untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas setelah kembali ke masyarakat," harapnya, Rabu (29/7).

Salah satu Warga Binaan berinisial AL mendapatkan pengalaman berharga melalui keterlibatannya dalam proses produksi Teh Mint Laskarin. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk belajar bekerja secara lebih teliti, disiplin, dan bertanggung jawab.

"Dari kegiatan ini, saya belajar bekerja dengan teliti, mengikuti tahapan produksi, dan menjaga kualitas hasil pekerjaan. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat nanti," ungkap AL.

Pelaksanaan produksi Teh Mint Laskarin berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya kegiatan produksi tersebut, Warga Binaan tidak hanya dilatih untuk menghasilkan produk, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan membuktikan proses pembinaan melahirkan karya positif bermanfaat bagi masa depan.

Melalui program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Narkotika Karang Intan berkomitmen menghadirkan ruang pembelajaran produktif bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan, menciptakan karya bernilai manfaat, dan membangun kesiapan menuju proses reintegrasi sosial.

 

 

Kontributor: LPN Karang Intan

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0