Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Kejar Pesanan Batik untuk Souvenir Kunjungan DPR Komisi III

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Kejar Pesanan Batik untuk Souvenir Kunjungan DPR Komisi III

Malang, INFO_PAS – Bukan sekadar mengejar jumlah pesanan, 12 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang tengah berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pesanan batik yang akan menjadi suvenir kunjungan DPR Komisi III di Malang. Memasuki hari kedua pengerjaan, Kamis (8/10), Warga Binaan di bawah pembinaan kegiatan kerja Lapas Perempuan Malang terus mengerjakan pesanan 25 batik cap yang dipesan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur yang ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari.

Menariknya, pesanan kali ini tidak menentukan warna secara khusus. Pihak pemesan memberikan keleluasaan dalam pemilihan warna dengan satu catatan, yakni hasil akhirnya harus tetap match dan memiliki perpaduan warna serasi.

Bagi Warga Binaan yang mengerjakannya, pesanan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Selain harus menjaga kualitas hasil cap dan pewarnaan, mereka juga dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu.

Petugas Bimbingan Kerja, Endah Wahyuni, mengatakan pihaknya antusias menyambut pesanan tersebut karena menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat. “Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan karya mereka lebih luas, sehingga yang ditampilkan bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan keterampilan yang mereka miliki,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan, Fatima, juga senang sekaligus merasakan sedikit ketegangan. Pasalnya, pekerjaan harus dituntaskan dalam waktu yang relatif singkat.

“Senang, tapi sedikit deg-degan dan tegang juga karena waktunya hanya tiga hari. Meskipun batiknya menggunakan teknik cap, jumlah pesanannya cukup banyak. Ini juga menjadi hal baru bagi kami,” ungkap Fatima.

Tak hanya batik, pada waktu yang sama kegiatan kerja Warga Binaan Lapas Perempuan Malang juga tengah mengerjakan sejumlah pesanan lainnya, di antaranya 50 pcs kecap, 25 pcs dompet rajut, 50 pcs keripik sayur, dan 30 pcs paper bag sablon. Beragam pesanan tersebut dikerjakan melalui kegiatan kerja yang melibatkan Warga Binaan sesuai dengan keterampilan masing-masing. Proses ini menjadi upaya pembinaan agar keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana terus berkembang dan memiliki nilai ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Bagi Lapas Perempuan Malang, pesanan-pesanan tersebut bukan semata tentang memenuhi permintaan konsumen. Lebih dari itu, setiap produk menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar bekerja dengan target, menjaga kualitas, beradaptasi dengan kebutuhan pemesan, sekaligus menunjukkan keterampilan mereka menghasilkan karya yang layak diperhitungkan.

Dengan waktu pengerjaan yang masih tersisa satu hari, 12 Warga Binaan yang mengerjakan batik tersebut terus menyelesaikan setiap tahap produksi. Targetnya sederhana: pesanan selesai tepat waktu, kualitas tetap terjaga, dan karya Warga Binaan tampil dengan hasil terbaik. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0