Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Semangat Jalani Ibadah dan Pembinaan Rohani
Sigi, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu tunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti berbagai ibadah dan pembinaan rohani selama Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan Warga Binaan.
Berbagai kegiatan keagamaan dilaksanakan secara terjadwal, mulai dari tadarus Al-Qur’an, ceramah dan tausiah keagamaan oleh petugas maupun penyuluh agama Kementerian Agama Kabupaten Sigi, hingga Tarawih berjamaah yang pada Kamis (19/2) memasuki malam kedua. Seluruh rangkaian berlangsung di Musala An-Nisa Lapas Perempuan Palu dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Effendy menyampaikan program pembinaan Ramadan merupakan salah satu upaya pembinaan mental dan spiritual untuk membentuk kepribadian Warga Binaan menjadi lebih baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan Warga Binaan memanfaatkan momentum bulan suci untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan introspeksi diri. Kami berkomitmen memberikan pembinaan berkelanjutan agar Warga Binaan memiliki bekal spiritual yang kuat selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” tegas Effendy.
Dukungan terhadap kegiatan pembinaan Ramadan juga datang dari jajaran pengamanan. Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Hasmawati, menegaskan komitmennya dalam memastikan situasi Lapas tetap aman dan kondusif sehingga Warga Binaan menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.
“Kami terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan selama Ramadan, khususnya saat pelaksanaan ibadah, seperti Tarawih, Tadarus, dan kegiatan keagamaan lainnya. Hal ini kami lakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Hasmawati.
Ia menambahkan pihaknya berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh Warga Binaan dalam menjalankan ibadah sebagai proses pembinaan. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung agar Warga Binaan fokus menjalani ibadah dan mengikuti pembinaan rohani dengan baik. Keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan program pembinaan di Lapas,” tambah Hasmawati.
Warga Binaan pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh antusias dan menjadikan momen Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agama, dan menumbuhkan harapan baru ke arah kehidupan yang lebih baik.
Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan, pembinaan rohani ini juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan kepribadian yang dilaksanakan Lapas Perempuan Palu. Dengan adanya program ini, diharapkan Warga Binaan menjalani masa pidana dengan lebih positif, produktif, dan siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


