Warga Binaan Lapas Tanjungpandan Produksi 108 Bungkus Keripik Pisang dari Hasil Panen Kebun Lapas
Belitung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus kembangkan pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pengolahan hasil pertanian. Pada Kamis (6/8), Warga Binaan produksi 108 bungkus keripik pisang berbahan baku pisang hasil panen kebun Lapas.
Kegiatan ini jadi bagian dari pembinaan kemandirian yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Seluruh proses, mulai dari panen, pengupasan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan, dilakukan Warga Binaan di bawah pendampingan petugas.
Pada produksi kali ini dihasilkan 108 bungkus keripik pisang dengan berat bersih 35 gram per bungkus. Produk tersebut menjadi salah satu hasil pembinaan berbasis pemanfaatan potensi kebun Lapas.
Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan, tetapi juga memanfaatkan hasil kebun yang dikelola secara mandiri.
"Pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama kami dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat. Melalui pengolahan hasil panen kebun menjadi produk bernilai ekonomi seperti keripik pisang, kami ingin menanamkan semangat bekerja, meningkatkan kreativitas, serta membangun jiwa produktif Warga Binaan. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan yang bermanfaat," ujar Royhan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Pirmansyah, menjelaskan produksi keripik pisang terus dikembangkan karena memanfaatkan potensi kebun yang tersedia di lingkungan Lapas.
"Pisang yang digunakan merupakan hasil panen dari kebun Lapas yang dikelola bersama oleh petugas dan Warga Binaan. Setelah dipanen, buah diolah menjadi keripik hingga siap dikemas. Pada produksi kali ini kami menghasilkan 108 bungkus dengan berat bersih 35 gram per bungkus. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang berkelanjutan," jelas Pirmansyah.
Staf pengelola kebun Lapas Tanjungpandan, Anam Nur Wicaksono, mengatakan keberhasilan produksi tidak lepas dari perawatan kebun yang dilakukan secara rutin.
"Kami terus melakukan perawatan tanaman pisang mulai dari pemupukan, pembersihan area kebun, hingga pemanenan agar hasil yang diperoleh memiliki kualitas yang baik. Hasil panen kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku kegiatan pembinaan kemandirian sehingga memberikan nilai tambah sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan," ungkap Anam.
Salah seorang Warga Binaan, RS, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. "Saya merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Selain belajar cara mengolah pisang menjadi keripik, kami juga diajarkan pentingnya bekerja dengan disiplin, menjaga kualitas produk, dan bekerja sama dalam tim. Ilmu yang kami dapatkan akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika nanti kembali ke masyarakat," tutur RS.
Melalui pengolahan hasil panen kebun menjadi produk bernilai ekonomi, Lapas Tanjungpandan terus hadirkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan sebagai bekal Warga Binaan saat kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


