Warga Binaan Lapas Tolitoli Ikuti Program Pemberantasan Buta Aksara
Tolitoli, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli kembali tegaskan komitmennya dalam pemenuhan hak dasar Warga Binaan melalui kegiatan belajar mengajar pemberantasan buta aksara dan peningkatan kemampuan membaca. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (10/12) mulai pukul 09.00 WITA di perpustakaan Lapas Tolitoli.
Program tersebut diikuti oleh Warga Binaan yang terdaftar dalam kategori buta aksara. Dalam proses pembelajaran, peserta dikenalkan pada huruf vokal sekaligus dilatih kemampuan membaca secara bertahap dan terstruktur. Pendekatan ini dirancang agar Warga Binaan dapat memahami dasar-dasar literasi sebagai bekal penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat setelah masa pidana berakhir.
Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh petugas registrasi Lapas Tolitoli dengan dukungan peserta magang, Mayumi. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh Warga Binaan. Suasana belajar yang kondusif di perpustakaan turut mendorong antusiasme peserta dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran.
“Kami merasa senang bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan ini. Melihat Warga Binaan mulai mengenal huruf dan berani membaca menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mendukung program pembinaan di Lapas,” tutur Mayumi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Feldianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang berkelanjutan. “Kami berupaya memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak pendidikannya. Program pemberantasan buta aksara ini menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri mereka serta meningkatkan kualitas hidup ke depan,” ujarnya.
Dari sisi Warga Binaan, Saldam selaku perwakilan peserta program menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar yang diberikan. “Kegiatan ini sangat membantu kami. Sekarang kami mulai mengenal huruf dan belajar membaca. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masa depan kami,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Tolitoli, Muhammad Ishak, menegaskan program ini merupakan bagian dari pelayanan Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. “Pemberantasan buta aksara adalah bentuk nyata pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan. Kami berharap kemampuan dasar membaca dan mengenal huruf ini dapat menjadi modal awal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah bebas,” harapnya.
Kegiatan ini diharapkan mendapat dukungan aktif dari seluruh jajaran petugas Pemasyarakatan dan Wali Pemasyarakatan untuk terus mendorong minat serta partisipasi Warga Binaan. Dengan keberlanjutan program, Lapas Tolitoli menargetkan terciptanya dampak sosial yang positif sebagai wujud nyata implementasi semangat Pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


